Rabu, 11 Dec 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Tes DNA Kerangka Misterius di Takmung, Penyidik Temukan Fakta Baru

18 November 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

penemuan kerangka, kerangka misterius, desa takmung, tes dna, fakta baru, polsek banjarangkan

Polisi mengidentifikasi kerangka manusia yang ditemukan di depan Pura Ulun Suwi, Dusun Kawan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, beberapa hari lalu. (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Polsek Banjarangkan akhirnya mengirim kerangka manusia tanpa identitas yang ditemukan di depan Pura Ulun Suwi, Dusun Kawan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan Klungkung ke RS Sanglah.

Kerangka itu dibawa ke forensik RS Sanglah untuk dilakukan tes DNA dan otopsi sehingga bisa diketahui identitas dan penyebab kematiannya.

Apalagi salah seorang anggota kepolisian Satnarkoba Polres Klungkung melaporkan kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri 80 persen identik dengan ciri-ciri barang-barang yang ada pada kerangka tersebut.

Kapolsek Banjarangkan AKP Ketut Suaka Purnawasa kemarin mengungkapkan, anggota kepolisian Satnarkoba Polres Klungkung

atas nama Ida Bagus Alit Subrata asal Desa Tegak, Klungkung itu melapor ke polisi atas hilangnya anggota keluarganya setahun yang lalu.

Setelah ikut mengecek kondisi kerangka saat ditemukan, pihak keluarga meyakini jika kerangka itu adalah kerangka ibunya yang menghilang setahun yang lalu.

“Dari ciri-ciri kerangka itu 80 persen identik. Dari pengakuan keluarga, dari pakaian menggunakan pakaian warna pink dan gelang warna pink,” terangnya.

Meski identik 80 persen, pihaknya tidak mau gegabah dan langsung memberikan kerangka manusia tersebut kepada pelapor.

Sabtu (16/11), pihaknya telah mengirim kerangka itu ke forensik RS Sanglah untuk dilakukan otopsi dan juga tes DNA.

Sehingga bisa diketahui penyebab kematian dari kerangka tersebut dan sekaligus diketahui juga identitasnya.

“Dari pihak pelapor sudah mengakui itu orang tuanya. Cuma kami kan tidak bisa hanya pengakuan saja. Baru satu orang yang melapor,” katanya.

“Dan untuk memastikan ini meninggal bukan karena dibunuh kami otopsi terlebih dulu. Apakah ini murni meninggal karena usia atau karena dibunuh. Jadi kami masih menunggu hasil dari otopsi dan DAN itu,” imbuhnya.

Diperkirakan Senin (18/11) hari ini, hasil otopsi dan tes DNA kerangka tersebut diketahui. Setelah hasil keluar maka akan d

ilakukan tes DNA terhadap pihak keluarga yang mengakui kerangka ini sebagai kerangka anggota keluarganya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP