Minggu, 26 Jan 2020
radarbali
icon featured
Travelling

Bali Tak Layak Dikunjungi Versi Media AS, Dispar: Kita Harus Berbenah

21 November 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

media as, fodors travel, bali tak layak dikunjungi, dispar badung, harus berbenah, pariwisata bali

Wisatawan asing menikmati eksotisme Pantai Semawang, Sanur, Denpasar (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA – Pemberitaan Fodor’s Travel, portal pariwisata asal Amerika Serikat yang memasukkan Bali sebagai salah satu objek wisata

yang tak layak dikunjungi tahun 2020 mendatang karena  Bali memproduksi sampah 3.800 ton per hari berimbas kemana-mana.

Ada yang menerima terbuka dengan kritik itu, tapi banyak juga yang protes dan menganggap Fodor’s Travel menyajikan fakta hoax.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparda) Badung I Made Badra sendiri menanggapi santai pemberitaan Fodor’s Travel.

Badra justru mengajak semua stakeholder bidang pariwisata bersama-bersama berbenah dan menunjukkan hal yang positif tentang pariwisata di Badung maupun Bali.

I Made Badra mengakui,  pariwisata Bali khusus Badung saat ini banyak memiliki kompetitor. Diakui Bali yang dulu menjadi the best destinasi dunia, kini melorot menjadi urutan empat besar.

“Sekarang kita berada di urutan yang keempat. Inilah yang kita perlukan agar semua stakeholder menyikapi bagaimana menurunnya penilaian wisatawan kepada Bali, ini menjadi cambuk bagi kita (untuk berbenah), ” terang Badra.

Kata dia, semua stakeholder harus bersama-sama  meningkatkan kualitas destinasi. Baik itu  menyangkut keamanan, sampah, sumber air, infrastruktur dan lainnya.

“Ini harus kita tunjukkan bahwa kita serius menangani hal-hal semacam itu, ” terang birokrat asal Kuta ini.

Badra sendiri optimis target kunjungan 6 juta wisatawan asing tahun ini terlampaui. Saat ini, kunjungan wisatawan asing ke Bali mencapai 5,2 juta kunjungan.

“Kita optimistis target terpenuhi. Karena masih ada waktu di bulan November dan Desember ini. Apalagi akhir tahun itu biasanya high session, mudah-mudahan tidak terjadi penurunan, ” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP