Senin, 16 Dec 2019
radarbali
icon featured
Dwipa
Kisah Desak; Nenek Penderita Diabetes Kronis

Putus Asa Divonis Diabet, Merasa Beruntung Ikut Kepesertaan JKN-KIS

02 Desember 2019, 22: 18: 07 WIB | editor : ali mustofa

jkn-kis, Jaminan kesehatan nasional, Kartu Indonesia sehat, biaya pelayanan kesehatan, BPJS kesehatan, penderita diabet, pembiayaan gratis,

Desak Made Parwati pasien penderita Diabetes Militus tunjukkan kartu kepesertaan JKN-KIS miliknya (Istimewa)

Share this      

BANYAK masyarakat yang menyambut baik kehadiran program Jaminan Kesehatan-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Mendapat banyak apresiasi, karena masyarakat menilai, program ini menjamin segala jenis penyakit, termasuk penyakit kronis yang memerlukan pengobatan rutin.

Salah satunya seperti diakui peserta JKN-KIS yang mengidap penyakit kronis Desak Made Parwati.

Nenek berusia 61 tahun inipun menceritakan pengalamannya sebagai peserta JKN-KIS.

 “Saya tidak pernah menyangka akan menderita diabetes melitus. Awalnya saya mengalami pusing dan serasa mau pingsan, langsung saya dilarikan ke puskesmas tempat saya terdaftar,”jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Sesampainya di puskesmas, Desak mengaku jika kondisinya saat itu begitu lemah. Bahkan akibat kondisinya yang sangat nge-drop, perempuan yang kesehariannya bekerja sebagai petani inipun terpaksa harus dirujuk saya ke rumah sakit.

“Setelah di rumah sakit saya langsung menjalani pemeriksaan laboratorium (lab) dan dari hasil pemeriksaan lab tersebut, saya didiagnosa terkena diabetes melitus,”imbuhnya.

Saat dokter menyampaikan hasil laboratorium, Desak mengaku jika perasaannya saat itu sangat hancur.

“Perasaan saya hancur karena saya tahu untuk penyakit ini perlu pengobatan rutin dan berkelanjutan,” akunya.

Namun rasa hancur dan putus asa itu berangsur berkiran setelah menyadari telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS

“Awalnya saya begitu khawatir dan putusa asa akan biaya pengobatan saya, karena saya hanya seorang petani yang berpenghasilan tidak menentu, uang dari mana saya dapatkan untuk biaya pengobatan saya. Namun kekhawatiran saya itu dapat saya enyahkan karena saya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, jadi seluruh biaya pengobatan saya dijamin oleh program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan seperti saat saya melakukan pemeriksaan dari puskesmas hingga di rumah sakit menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS dan semua biaya dijamin oleh program JKN-KIS,” ungkapnya sambil tersenyum

Ia pun mengungkapkan hingga kini ia masih rutin menjalani pengobatan dengan menggunakan jaminan kesehatan dari program JKN-KIS

“Sampai saat ini kondisi saya tetap terkontrol karena saya rutin untuk melakukan pengobatan dan mengkonsumsi obat setiap hari.

Semua biaya pengobatan saya dijamin sepenuhnya oleh program JKN-KIS. Dari awal saya mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan hingga kini, saya tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun.

Entah sudah berapa banyak biaya yang telah dikeluarkan program JKN-KIS selama 3 tahun ini untuk membiayai penyakit saya. Jika saya hitung-hitung mungkin sudah puluhan juta rupiah,” jelas ibu 2 anak ini

Ia pun merasa sangat tertolong dengan program ini

“Program ini memang sangat menolong masyarakat seperti saya, awalnya saya mengira jika program ini tiada artinya namun setelah saya merasakan manfaat besar dari program ini dan saya sangat dibantu dalam hal pembiayaan oleh program JKN-KIS,

saya sadar bahwa saya membutuhkan dan bergantung seumur hidup pada program ini, entahlah jika saya harus mengeluarkan biaya sendiri untuk berobat, mungkin saja saya sudah mencari hutang kesana kemari. 

Saya menyadari bahwa iuran peserta yang sehatlah yang ikut serta membantu biaya pengobatan yang saya dapatkan.

Di sinilah letak prinsip gotong royong dari program JKN-KIS yakni prinsip tolong menolong antar peserta,” ujarnya

Dari pengalaman yang diceritakan tersebut, Desakdan keluarga memberikan apresiasinya terhadap program JKN-KIS.

“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada program JKN-KIS karena telah menjamin sepenuhnya biaya pengobatan saya di fasilitas kesehatan dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah rutin membayar iuran setiap bulan, karena dari iuran mereka juga yang ikut berkontribusi dalam pengobatan saya sampai saat ini,” imbuhnya.

Ia pun menaruh harapan besar agar program JKN-KIS tetap berlangsung di negara Indonesia

“Saya berharap program yag sungguh menolong banyak masyarakat ini tetap ada dan semakin memberikan manfaat bagi seluruh penduduk dan saya juga berharap agar masyarakat sadar bahwa program JKN-KIS begitu bermanfaat serta memberikan dukungan demi kelancaran program pemerintah ini,” pungkasnya (rba).

(rb/pra/mus/JPR)

 TOP