Kamis, 23 Jan 2020
radarbali
icon featured
Dwipa

Heboh Fenomena Unik Dari Puncak Gunung Agung Jelang Hari Saraswati

06 Desember 2019, 20: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

asap putih, gunung agung, fenomena unik, fenomena Meteorologi, PVMBG, gunung berapi, hari saraswati,

FENOMENA METEOROLOGI : Asap putih membumbung tinggi diatas puncak Gunung Agung, Jumat siang(6/12) (Istimewa)

Share this      

KARANGASEM – Fenonema unik dan langka terlihat dari atas kawah Gunung Agung pada Jumat siang (6/12) sekitar pukul 12.25 Wita.

Dari tangkapan sebuah kamera, tampak terlihat ada awan atau asap yang melambung lurus di atas Gunung Agung.

Munculnya asap putih mirip garis lurus diatas Gunung Agung tepat sehari sebelum hari raya Saraswati itupun langsung memicu sejumlah dugaan warga

MEMUDAR : Asap putih akibat munculnya fenomena Meteorologi mulai memudar

MEMUDAR : Asap putih akibat munculnya fenomena Meteorologi mulai memudar (Istimewa)

Ada yang menyebut bekas pesawat jet yang melintas, namun ada pula disebut sebagai siklus meteorologi. 

Lalu apa sebenarnya asap putih yang sempat membuat heboh warga sekitar Gunung Agung sehari menjelang perayaan hari Saraswati itu?

Kepala Bidang Mitigasi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika  saat dikonfirmasi menjelaskan jika asap putih di atas Gunung Agung yang terlihat pada Jumat siang bukan berasal dari kawah Gunung Api.

“Asap itu bukan berasal dari kawah gunung api,” ujar Gede Suantika  saat dikonfirmasi.

Menurutnya, asap putih dengan posisi vertical itu merupakan fenomena meteorology yangterjadi di puncak Gunung Agung.

“Itu fenomena meteorologi siklon kecil di puncak Gunung Agung,” jelasnya.

Meski dapat disebut fenomena biasa, masyarakat juga tetap dihimbau berhati-hati terutama pada musim hujan seperti ini.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani.

“Status Gunung Agung masih di level 3 (Siaga) dengan radius aman di luar 4 km dari puncak.

Memasuki musim hujan,  Potensi lahar masih ada terutama di sekitar puncak pada lembah lembah atau sungai yang berhulu di Gunung Agung karena masih terdapatnya material vulkanik dari erupsi erupsi sebelumnya,” tukasnya. 

(rb/pra/ara/mus/JPR)

 TOP