Kamis, 23 Jan 2020
radarbali
icon featured
Bali United
Bali United vs Persipura Jayapura

Doakan Bali United Sukses di LCA, Ambisi Bawa Persipura Jadi Runner up

08 Desember 2019, 16: 35: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, persipura jayapura, coach jacksen, liga champion asia, runner up liga

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago (dok.radarbali)

Share this      

GIANYAR – Laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang ditunggu-tunggu suporter setelah Bali United merengkuh gelar juara Liga 1 2019 akhirnya tiba.

Malam hari ini, Bali United bakal menjamu Persipura Jayapura. Setelah memastikan meraih gelar juara di pekan ke-30, ada kemungkinan Bali United menurunkan banyak pemain yang jarang dimainkan dalam 30 pertandingan yang sudah dijalani.

Bisa melakukan rotasi pemain, tetapi mungkin tidak terlalu ekstrem karena Serdadu Tridatu tidak mau mengambil resiko jika melakukan rotasi besar-besaran.

Terlebih lawannya adalah Persipura Jayapura, penghuni sementara peringkat ketiga Liga 1 2019. Persipura juga sangat berambisi untuk bisa memenangkan pertandingan karena peluang merangsek ke posisi runner up masih terbuka lebar.

Terlebih, Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Thiago mendoakan Bali United agar bisa melenggang mulus ke fase grup Liga Champions Asia 2020.

Jika berhasil masuk ke fase grup, otomatis Persipura Jayapura bisa mewakili Indonesia di AFC Cup 2020. Itupun jika mereka berhasil menyelesaikan musim ini sebagai peringkat kedua.

Yang jelas, Jacksen yang ditemui di Bali United Café kemarin sudah paham betul bagaimana karakteristik permainan Bali United.

Dia juga sangat yakin Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra tidak akan gegabah dalam mengatur komposisi pemain di lapangan hari ini.

“Saya tidak melihat mereka akan memainkan pemain pelapis. Bali tentu akan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dan Bali United tentu tidak mau kalah di kandang sendiri.

Saya tidak yakin mereka akan menyerah begitu saja. Intinya, saya sudah siap dengan kondisi terburuk sekalipun,” ungkap mantan arsitek Barito Putera tersebut.

Legenda Persebaya Surabaya tersebut juga berkelakar jika seandainya Mutiara Hitam berlaga di Stadion Mandala Jayapura dan tidak menjadi tim musafir, maka bisa dipastikan persaingan masih akan terus terjadi hingga saat ini.

“Dari pengalaman beberapa klub menjadi tim musafir, hasilnya tidak bagus. Beruntung kami bisa berada diposisi sekarang dan masih ada peluang sebagai runner up.

Awalnya kami di peringkat 17. Seandainya saja kompetisi masih berjalan terus dan kami masih bermain di Papua, mungkin kami masih bisa bersaing

dengan Bali United sekarang. Tapi juara sudah rezeki mereka dan kami tidak berusaha untuk mengecilkan mereka,” ucapnya.

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP