Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Kecapekan Bolak-balik ke Pantai, Penjual Stiker Tewas Tertindih Motor

09 Desember 2019, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kecapaken jualan, bolak balik pantai, pantai watuklotok, penjual stiker tewas, tewas tertindih motor, polsek klungkung

Warga dan aparat kepolisian mengevakuasi jasad Muslim yang ditemukan tertindih motor di saluran irigasi di Desa Tojan, Klungkung kemarin. (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Warga Klungkung dibuat geger dengan penemuan mayat tertindih sepeda motor Yamaha Vega DK 4688 MN di sebuah saluran irigasi di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, Minggu (8/12) kemarin.

Diduga korban jatuh ke saluran irigasi setelah tidak mampu mengendalikan laju sepeda motor yang dikendarainya.

Menurut Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta, mayat yang diketahui bernama Muslim, 50 asal Lombok, Nusa Tenggara Barat dan kini tinggal di Jalan Subali II,

Semarapura Klod Kangin, Klungkung itu pertama kali ditemukan Dewa Rapet, 62, asal Desa Satra, Kecamatan Klungkung ketika hendak pergi ke sawah.

“Setelah itu datang beberapa warga dan anggota kepolisian untuk membantu evakuasi dan membawa ke rumah RSUD Klungkung

untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tapi, oleh dokter, korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” kata Kompol Suparta.

Kanitreskrim Polsek Klungkung Iptu Dewa Nyoman Agusman menambahkan, sebelum ditemukan tewas, Muslim terlihat bolak-balik ke Pantai Watu Klotok, Klungkung.

Pria yang bisanya berjualan stiker di simpang empat Galiran itu pasalnya memanfaatkan momen hari raya Banyu Pinaruh untuk berjualan jagung di Pantai Watu Klotok.

“Jadi korban bolak-balik Pantai Klotok untuk mempersiapkan barang dagangannya. Saat terjatuh, korban tidak membawa barang

dagangan sehingga ada dugaan korban waktu itu akan pulang setelah mempersiapkan barang dagangan,” terangnya.

Untuk diketahui, Pantai Watu Klotok memang kerap ramai disesaki umat Hindu yang akan melakukan penyucian diri dengan cara melukat saat Banyu Pinaruh.

Sehingga momen tersebut banyak dimanfaatkan sejumlah warga untuk berjualan. Iptu Dewa Agusman mengatakan, ada dugaan korban tidak mampu mengendalikan sepeda motor dan terjatuh ke areal persawahan karena kelelahan.

Diperkirakan korban mengalami kecelakaan tunggal itu sekitar pukul 04.00. “Pada tubuh korban tidak ditemukan luka-luka,” terangnya.

Kasubag Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa menambahkan, pasien tiba di IGD sekitar pukul 06.30 dan dalam kondisi meninggal dunia.

Sekujur tubuh pasien dingin sehingga ada dugaan terendam di dalam air. “Untuk pemeriksaan, ditemukan kaku rahang bawah dan sudah terbentuk lebam mayat di punggung.

Dilihat dari lebam mayat yang terbentuk perkiraan waktu kematian 30 menit, dan kaku mayat di rahang terjadi setelah waktu kematian 2 jam,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP