Sabtu, 22 Feb 2020
radarbali
icon featured
Sportainment

2020, Tari Buleleng Diboyong ke Kota Cheonan Korsel

02 Januari 2020, 16: 56: 11 WIB | editor : ali mustofa

tahun 2020, tari buleleng, kota cheonan, korea selatan

PEMENTASAN BUDAYA: Pementasan seni budaya di Wantilan Seni Sasana Budaya pada Senin malam lalu. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Sejumlah seni tari dari Kabupaten Buleleng, akan diboyong ke Korea Selatan pada tahun 2020 mendatang.

Tari-tarian itu akan dipentaskan pada Cheonan World Dance Festival, yang akan diselenggarakan pada September 2020 di Kota Cheonan, Korea Selatan.

Pementasan itu dilakukan menyusul penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Dinas Kebudayaan Buleleng dengan Federation of International Dance Festivals (FIDAF/Federasi Festival Tari Internasional).

Nota kesepahaman itu ditandatangani oleh Kepala Dinas Kebudayaan Gede Komang dan Direktur FIDAF Indonesia Wahyudi Sumantoro di Wantilan Sasana Budaya.

Penandatangan itu juga disaksikan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra. Sebelumnya kesenian-kesenian Buleleng sudah beberapa kali melakukan lawatan ke luar negeri.

Di antaranya melawat pada festival internasional di Tiongkok. Terakhir kontingen kesenian Buleleng yang diwakili Sanggar Seni Santhi Budaya, melawat pada acara Fiesta Folkloriada yang dilangsungkan di Manila, Filipina, pada 17-21 Desember lalu.

Wahyudi Sumantoro mengatakan, kerjasama antara FIDAF Indonesia dengan Pemkab Buleleng bukan hanya terbatas pada lawatan budaya.

Namun, juga diperluas hingga pelaksanaan festival skala internasional, yang rencananya akan dilangsungkan di Kabupaten Buleleng.

“Kami sudah bertemu dengan Pak Bupati. Secara lisan sudah setuju akan diselenggarakan pada bulan Mei 2020.

Negara-negara yang sudah jadi anggota FIDAF akan kami undang menghadiri dan mementaskan kesenian mereka pada festival itu,” kata Wahyudi.

Lebih lanjut Wahyudi mengatakan, FIDAF lebih menekankan pada pengenalan dan pelestarian tari-tari rakyat serta tari tradisional.

Lewat organisasi itu, diharapkan terjadi pertukaran budaya yang lebih intens antar negara-negara di dunia.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra mengatakan, kerjasama itu akan menjadi salah satu pijakan bagi pemerintah, dalam melaksanakan penggalian dan pelestarian budaya di Kabupaten Buleleng.

Dari sisi budaya, keterlibatan seniman-seniman Buleleng dalam lawatan budaya itu juga akan membuka wawasan para seniman.

“Misalnya dalam melakukan pengembangan kesenian. Seniman-seniman kan bisa melihat seperti apa kesenian di luar negeri.

Jadi, misi kita di bidang kesenian bisa jalan semua. Baik itu penggalian, pelestarian, maupun pengembangan kesenian kita,” kata Sutjidra. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP