Kamis, 27 Feb 2020
radarbali
icon featured
Ekonomi

Harga Sembako Naik, Tim Ketahanan Pangan Sidak Pasar

09 Januari 2020, 14: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

harga sembako naik, tim ketahanan pangan, sidak pasar, disperindag jembrana

Sidak pasar umum negara oleh tim ketahanan pangan Jembrana untuk melihat harga dan stok kebutuhan pokok (M.Basir/Radar Bali)

Share this      

NEGARA – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Jembrana mengalami kenaikan drastis. Bahkan, hari harga selalu berubah sehingga tidak ada harga pasti.

Karena itu, tim ketahanan pangan Jembrana melakukan pengecekan di Pasar Umum Negara, Rabu (8/1) kemarin untuk memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan.

Tim ketahanan penganan yang di pimpinan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata, bersapa sejumlah anggota dari Polres Jembrana.

Dari hasil pengecekan harga pada sejumlah pedagang, memang terdapat kenaikan harga untuk beberapa kebutuhan pokok.

“Harga selalu berubah, setiap hari kadang naik, kadang turun,” kata sejumlah pedagang. Kenaikan harga seperti cabai, awal bulan lalu harga masih berkisar Rp 35 ribu – Rp 40 ribu,

namun harga cabai saat ini mencapai Rp 55 ribu, begitu juga dengan harga bawang dan beras mengalami kenaikan.

Meski ada kenaikan harga, ketersediaan bahan pokok di pasar umum negara masih memadai. “Melihat stoknya masih melimpah dan distribusi lancar,” jelasnya.

Mengenai kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok, menurutnya, merupakan hal wajar. Kenaikan dinilai tidak terlalu signifikan, sehingga masyarakat diimbau tidak resah karena pasokan masih banyak.

Distribusi kebutuhan pokok juga tidak terganggu akibat adanya bencana. Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini, diduga disebabkan oleh kondisi cuaca di daerah yang memproduksi dan biaya produksi yang tinggi.

Pasalnya, kebutuhan pokok di Jembrana sebagian besar dari luar Jembrana, seperti Jawa Timur dan NTB. Produksi di Jembrana masih belum mampu mencukupi kebutuhan bahan pokok, seperti cabai sehingga tidak bisa mencukupi.

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP