Kamis, 27 Feb 2020
radarbali
icon featured
Politika

Proses Penjaringan Balon Bupati di Jembrana Berbelit, PPP Protres

20 Januari 2020, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

Penjaringan balon bupati, Pilkada Jembrana, Pilkada 2020, Partai Berlambang ka'bah, PPP, protes penjaringan, partai koalisi, I Nengah Tamba,

Ketua DPC PPP Jembrana Ahmad Halid (M.Basir)

Share this      

NEGARA–Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jembrana Ahmad Halid menilai, proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dari partai sangat lama dan berbelit-belit.

Menurutnya, akibat lamanya proses penjaringan, ia khawator akan mengganggu tahapan sosialisasi bakal calon (balon)

Bahkan, dalam beberapa kali rapat koalisi hingga memutuskan untuk deklarasi, proses pendaftaran bakal calon yang diikuti tujuh partai koalisi dinilai terlalu lama.

Padahal setiap partai politik sudah memiliki kriteria calon yang dinilai tepat, namun setiap calon yang sudah daftar harus daftar lagi di koalisi. “Hal ini menurut saya terlalu lama prosesnya,” ungkapnya.

Sebagai salah satu partai anggota koalisi, sudah memiliki pilihan calon dari tokoh yang mendaftar dari partai politik. Partai berlambang ka’bah ini mendukung I Nengah Tamba sebagai calo bupati.

“Ini alasan PPP menyatakan dukungan,” terangnya.

Pihaknya berharap, proses penetapan calon yang akan diusung koalisi dipercepat agar sosialisasi calon pada masyarakat lebih cepat dan akan lebih lama jika dilakukan lebih cepat.

“Kami khawatirnya kalau berbelit-belit, proses lama anggota koalisi bisa mundur, termasuk kami (PPP). Apalagi bukan pilihan kami jadi calon,” tegasnya.

Sebelumnya ketua tim seleksi bakal calon koalisi tujuh partai politik I Gede Puriawan mengatakan, nama-nama bakal calon yang membuka pendaftaran akan diproses dikoalisi untuk menentukan pasangan calon.

Penentuan pasangan calon akan ditentukan pada bulan Maret mendatang, setelah sebelumnya dilakukan seleksi dan pemanggilan calon oleh koalisi terkait dengan syarat-syarat.

“Bulan April sudah dapat rekomendasi dari induk partai, karena induk partai hanya menginginkan yang sudah jadi pasang calon,” tegasnya. 

(rb/bas/pra/mus/JPR)

 TOP