Sabtu, 22 Feb 2020
radarbali
icon featured
Politika
Pilkada Karangasem

Nasdem 100 Persen Siap Bangun Koalisi, Golkar Mendadak Berubah Sikap

27 Januari 2020, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pilkada karangasem, pilkada 2020, partai nasdem, 100 persen, bangun koalisi, partai golkar, mendadak berubah sikap

Ketua DPP Nasdem I Gusti Putu Artha (dok.radarbali)

Share this      

AMLAPURA – Ketua DPP Nasdem I Gusti Putu Artha optimis kalau Golkar Karangasem akan berkoalisi dengan Nasdem.

Mereka akan mengusung IGA Mas Sumatri dalam Pilkada Karangasem 2020. Bahkan Putu Artha dengan pedenya mengatakan kalau Golkar Karangasem sudah hampir 100 persen gabung dengan Nasdem.

“Urusan dengan Golkar sudah selesai, pasti gabung Nasdem 100 persen,” ujar Putu Artha. Masuknya Golkar ke Nasdem tentunya akan menambah daya gedor tim pemenangan Mas Sumatri.

Karena Golkar di Karangasem adalah pemenang kedua dan memiliki 11 kursi di DPRD Karangasem.

Golkar juga bisa mengerahkan strukturnya yang sampai ke desa desa begitu juga dengan wakil - wakilnya untuk bekerja membantu kemanangan Mas Sumatri.

Nantinya mereka akan bahu membahu dengan Nasdem dan parpol koalisi lainnya seperti Demokrat.

Hanya saja klaim Putu Artha kalau Golkar sudah 100 persen ke Nasdem dibantah Sekretaris Golkar Karangasem I Wayan Putu.

Pria asal Sibetan yang juga Sekretaris Penjaringan Calon Bupati dan wakil Bupati  Partai Golkar ini mengatakan belum ada keputusan resmi soal koalisi.

Hal yang sama juga dikemukakan Plt Ketua DPD Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan alias Gus Sombi. Keduanya menepis isu kalau Golkar sudah bulat bergabung dengan Nasdem.

 “Kami yang jelas belum menentukan arah koalisi,” ujar Gus Sombi didamping Wayan Putu. Dengan demikian Golkar sendiri masih bebas.

Sejauh ini memang ada komunikasi yang cukup intens dengan beberapa parpol termasuk dengan Nasdem dan PDIP.

Sementara arah koalisi nantinya juga akan di tentukan lewat survai. Dan ini akan ditentukan DPP Golkar di Jakarta.

Acuan nanti adalah siapa yang diberikan rekomendai kemudian sejauh mana popularitas dan tingkat keterpilihanya.

Begitu juga akan disurvai jika mereka dipaketkan. Dari sanalah baru akan tahu kemana Golkar akan berlabuh.

“Kami masih sangat cair dengan parpol manapun,” ujarnya. Golkar tidak mau buru buru menentukan koalisi yang dianggap mereka mengikat tali di leher.

Yang jelas masing-masing parpol punya strategi khusus untuk memenangkan jagoanya. “Jangan pede dulu karena tahapan sendiri masih panjang,” ujar Wayan Putu. 

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP