Kamis, 27 Feb 2020
radarbali
icon featured
Travelling
Cegah Virus Corona Masuk Bali

Cancel 81 Penerbangan ke China, Turis Tiongkok Terancam Turun Drastis

29 Januari 2020, 09: 30: 19 WIB | editor : ali mustofa

virus corona, cegah masuk bali, cancel 81 penerbangan, turis tiongkok, terancam turun drastis, dispar badung

Wisatawan Tiongkok saat menikmati panorama keindahan Monumen Bajra Sandhi Renon. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA – Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, penerbangan ke Tiongkok resmi ditutup untuk sementara waktu.

Bahkan, di Bandara Ngurah Rai sudah tercatat ada sebanyak 81 penerbangan yang  dibatalkan terbang menuju Tiongkok.

Penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok jelas mengancam kunjungan wisatawan negara Tirai Bambu itu ke Bali.

Communication and Legal Manager AP I Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim tak menampik sejumlah penerbangan ke Tiongkok dibatalkan.

Tercatat jumlah penerbangan yang cancel ke Tiongkok mulai tanggal 13 - 27 Januari 2020 sebanyak  81 penerbangan. “Bahkan hari ini ada 4 penerbangan yang cancel ke Cina,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Made Badra,  mengakui kunjungan wisatawan Tiongkok ke Badung mencapai 1,2 juta wisatawan dari 31 provinsi di negara tersebut.

“Kami belum bisa pastikan perkembangan berapa akan turun kunjungan wisatawan dari Tiongkok ini. Kami masih terus memantau perkembangan terkait isu virus corona ini,” ujar Badra.

Birokrat asal Kuta ini mengatakan, adanya isu ini pasti akan mempengaruhi target kunjungan wisatawan ke Badung  begitu juga merembet ke hal yang lain.

“Kami belum mengetahui pasti berapa jumlah pembatalan terbang dari Cina ke Bali sehingga kita pun belum bisa melakukan estimasi berharap berapa wisatawan yang batal datang ke Bali dan Badung,”terangnya.

Begitu juga Kepala Bapenda Badung I Made Sutama mengakui  dampak dari isu virus corona ini nantinya akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah di Kabupaten Badung.

Apalagi kunjungan wisatawan Cina sangat besar bahkan di posisi ke dua saat ini. Hal ini pasti mempengaruhi transaksi belanja  dan mempengaruhi dari pendapatan pajak  hotel dan restoran nantinya.

“Tapi kami belum bisa memastikan nilainya berapa persen terdampak dari sektor pendapatan  pajak  kita dan tidak hanya tamu Cina saja

yang berpengaruh tamu lainnya juga pasti akan berpengaruh mengunjungi  Bali dan Badung,” ungkap birokrat asal Desa Pecatu tersebut.

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP