alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarbali
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Muaythai Berkembang Pesat di Bali, Datangkan Trainer dari Thailand

31 Januari 2020, 08: 49: 25 WIB | editor : ali mustofa

olahraga muaythai, berkembang pesat, trainer thailand, porprov bali

Trainer Muaythai Mutia Larasati (kanan) saat memperagakan gerakan Tae (tendangan) dan ditangkis oleh trainer Muaythai asal Thailand Kru Rakthai di Angel MMA sore kemarin (Alit Binawan/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Sekitar kurang lebih lima tahun, Muaythai mulai diperkenalkan secara luas di Indonesia. Akhirnya PB Muaythai Indonesia (MI) dibentuk sebagai wadah resmi dari seni beladiri asal Thailand.

Muaythai tidak hanya di daerah yang ada di Pulau Jawa saja, tetapi sudah merambah ke Pualu Dewata. Sudah cukup banyak sasana yang memperkenalkan Muaythai.

Bahkan, atlet Muaythai sendiri sudah lahir di Bali. Saat Porprov Bali XIV/2019, Tabanan, Muaythai juga mendapatkan panggung dengan menjadi salah satu olahraga eksebisi yang dipertandingkan.

Baca juga: Tangkal Virus Corona Cukup dengan Jahe Merah

Salah satu sasana di Bali yang memperkenalkan beladiri ini adalah Angel MMA. Angel MMA baru empat bulan berdiri.

Namun, sudah cukup banyak orang yang berlatih di sasana ini. Hanya dua instruktur atau trainer untuk Muaythai di sasana ini.

Tapi menariknya adalah dua instruktur ini cukup berbeda satu sama lain. Satu trainer langsung didatangkan dari negeri asal Muaythai, Thailand.

Sedangkan satu trainer lagi adalah trainer wanita pertama di Bali. “Saya sudah empat tahun ini di Bali,” terang Kru Rakthai saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali.

Dengan Bahasa Indonesia dialek Melayu, Kru menjelaskan mengapa dia akhirnya hijrah dari Thailand. Kepindahannya ke Tanah Air bukan tanpa alasan.

Sang istri tercinta menjadi pertimbangan kuat mengapa dia hijrah ke Indonesia. “Kebetulan istri saya asli Bandung. Saya bertemu dengan istri saya itu waktu masih sama-sama kerja

di Brunei Darussalam. Sebelum pindah, saya sering berlibur ke Bandung saat Lebaran. Disana awal mula saya mengetahui ada Muaythai dan saya berkenalan dengan salah satu pemilik sasana disana,” terangnya.

Seiring berjalannya waktu, tawaran pun datang. Akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke Bandung sebelum akhirnya menetap di Bali.

Baginya, menjadi trainer Muaythai adalah pekerjaan yang menyenangkan. Dia bisa membantu orang lain untuk hidup lebih sehat.

Di Angel MMA sendiri, minimal 10 sampai 15 orang yang berlatih Muaythai. “Rata-rata satu bulan bisa 200 sampai 300 orang yang berlatih. Kebanyakan anak SMA dan ekspatriat,” ujarnya.

Lain Kru lain pula Mutia Larasati. Dia menjadi trainer Muaythai wanita pertama di Bali dan usianya baru menginjak 20 tahun.

“Saya sudah terjun di olahraga Muaythai itu sejak lima tahun yang lalu. Kebetulan juga saya suka olahraga ini.

DIsamping itu, Muaythai bisa untuk bela diri dan bisa mencari pengalaman. Kebetulan juga orang tua mengizinkan,” ucapnya.

Kebanyakan, ibu-ibu yang memilih untuk berlatih dengan Mutia. “Ibu-ibu cukup banyak disini (Angel MMA). Biasanya sekitar 12 orang. Dengan adanya trainer cewek,

mungkin jadi lebih tenang. Kan biasanya suami mereka tidak mengizinkan ikut beladiri karena trainernya kebanyakan pria,” tutupnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP