alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Kerja di Kapal Pesiar Setor Rp 250 Juta, Gede Doni Hilang Misterius

23 Februari 2020, 10: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kerja kapal pesiar, setor rp 250 juta, warga buleleng, gede doni, hilang misterius, polsek busungbiu

Kondisi rumah milik dari I Gede Doni Wiantana. Gede Doni Wiantana (kiri) (Istimewa)

Share this      

BUSUNGBIU - Seorang pria lajang asal Banjar Dinas Padma Kencana, Desa Telaga, Busungbiu, Buleleng dikabarkan menghilang sejak 7 bulan yang lalu.

I Gede Doni Wiantana, 20 menghilang tanpa pamitan kepada keluarga. Yang mencurigakan, sebelum Gede Doni menghilang,

keluarganya sempat menyetorkan uang kepada salah seorang yang akan memberangkat Gede Doni untuk bekerja di kapal pesiar.

Namun, setelah uang sebesar Rp 250 juta disetorkan kepada seseorang, sejak itulah Gede Doni menghilang dan tak ada kabar kepada keluarganya.

Jelas saja keluarga Gede Doni sangat terpukul. Pasalnya, selain kehilangan anak, uang ratusan juta yang disetorkan kepada seseorang itu didapat dengan cara menggadaikan rumah dan kebun.

Karena tidak mendapatkan kejelasan status anaknya, orang tua dari Gede Doni, I Kadek Yusadana, 50, akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi.

Kanitreskrim Polsek Seririt Iptu Putu Edy Sukriyawan membenar ada laporan orang hilang atas nama I Gede Doni Wiantana warga Banjar Dinas Padma Kencana, Desa Telaga.

Tetapi, setelah dilakukan penyelidikan terungkap kasus ini adalah dugaan penipuan dengan modus kerja di kapal pesiar.

Dari keterangan beberapa saksi dan termasuk keluarga Gede Doni, sebelum Gede Doni menghilang, sempat pamit kepada kedua orang tuanya untuk bekerja di kapal pesiar.

Gede Doni mengaku akan kuliah terlebih dahulu di sebuah sekolah perhotelan. Sedangkan seseorang yang akan memberangkat Gede Doni ke kapal pesiar bernama Komang Adi Setiadi alias Fredy warga Desa Lokapaksa, Seririt.  

“Gede Doni ditawarkan jasa oleh orang tersebut bahwasannya bisa membantu Gede Doni kuliah di Kampus SHS, Singaraja sekaligus nanti dapat bekerja di kapal pesiar. Namun harus menyiapkan sejumlah uang,” ungkap Iptu Edy Sukriyawan.

Setelah orang tua Gede Doni mulai memberikan uang secara bertahap kepada Fredy di Lokapaksa, dengan total berjumlah

Rp 250 juta dengan harapan anaknya terbantu bekerja di kapal pesiar, sejak saat itu itu Fredy tidak pernah ada kabar sama sekali.

Begitu pula dengan Gede Doni. Keluarga Gede Doni yang curiga akhirnya lantas menanyakan keberadaan anaknya  kepada Fredy dengan mendatangi kediamannya.

Tetapi nihil hasil, karena Fredy juga ikut menghilang. Tak sampai disana keberadaan Gede Doni juga diselidiki oleh keluarga ke Kampus SHS tempat di mana Gede Doni disebut kuliah perhotelan.

“Setelah dicek ternyata Gede Doni tidak tercatat menjadi mahasiswa di kampus tersebut," tutur AKP Edy Sukriyawan.

Untuk melacaknya keberadaan Fredy dan Gede Doni pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Singaraja. Namun, nama keduanya tidak tercatat melakukan bepergian ke luar negeri.

“Catatan di Imigrasi tidak menunjukkan kedua orang tersebut bepergian ke luar negeri. Kasus ini terus kami selidiki," pungkasnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP