alexametrics
Sabtu, 11 Apr 2020
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

Mendagri Tito Karnavian Sentil Koster Soal Pemilu Sukses di Bali

27 Februari 2020, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pilkada 2020, pilkada serentak, mendagri tito karnavian, pemilu sukses, sentil koster, gubernur koster

Mendagri Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers kepada awak media didampingi Gubernur Bali Wayan Koster. (Wayan Widyantara/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak tahun 2020 di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/2) siang.

Dalam acara yang diikuti oleh 2.000 lebih peserta tersebut, Gubenur Bali Wayan Koster turut hadir dan memberikan sambutan.

Menariknya, Koster mengklaim dalam penyelenggaraan Pilkada dari tahun 2015 lalu, di Bali selalu berjalan dengan lancar aman dan sukses.

"Tahun ini ada 6 Kabupaten di Bali yang menyelenggarakan Pilkada. Target kami pemilih tetap di angka 80 persen ke atas," ujar Gubernur Koster bangga.

Selain menyebut Bali selalu sukses dalam Pilkada, Koster juga menyebut kemenangan Presiden Jokowi di Bali terbukti sampai diangka 92 persen.

Hal ini mendapatkan tanggapan dari Tito Karnavian saat mememberikan sambutan usai Koster. Mantan Kapolri ini justru menyentil ucapan Koster.

"Saya tak mengerti apa yang disampaikan Pak Koster terkait kata sukses. Kata sukses itu jangan untuk partai 

tertentu ya, tapi pada penyelenggaraan berjalan dengan baik, aman dan tak ada timbul konflik," sentilnya.

Menurut Tito, agar Pilkada serentak 2020 yang diikuti 270 pasangan dan 224 di antaranya merupakan patahana, perlu ada pengawasan khusus. 

Sebab banyak patahana yang masih berlaga. "Ini berpotensi menggunakan fasilitasnya sebagai incumbent. 

Bisa saja mereka menggunakan anggaran-anggaran termasuk silpa bisa digunakan untuk program populis , bantuan ini dan bantuan itu," wanti-wanti Tito.

Untuk mencapai kata sukses dalam Pilkada kali ini, Tito menyebut perlu sinergi 6 elemen.

Yakni para penyelenggara Pilkada, aparat keamanan, pemerintah pusat dan daerah, media pers, parpol dan tokoh masyarakat, agama dan adat.

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP