alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Terjangkiti Istri, Dokter Jantung RSUD Klungkung Positif Covid-19

Isolasi 3 Perawat, Klinik Jantung Tetap Jalan

03 Juni 2020, 07: 27: 56 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, terjangkiti istri, dokter residen, dokter jantung, rsud klungkung, positif covid-19, isolasi 3 perawat, klinik jantung

Ilustrasi (net)

Share this      

SEMARAPURA - Seorang dokter spesialis jantung di RSUD Klungkung dinyatakan positif terpapar virus corona (covid-19).

Akibatnya, tiga orang perawat yang kerap melakukan kontak aktif dengan dokter tersebut harus melakukan isolasi mandiri dan telah

melakukan pemeriksaan swab namun hasilnya belum diketahui. Meski begitu, klinik jantung RSUD Klungkung tetap beroperasi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan, ada satu dokter spesialis jantung di RSUD Klungkung yang dinyatakan positif virus corona.

Dokter tersebut menjalani pemeriksaan dan akhirnya diketahui positif terpapar virus corona setelah sebelumnya istri sang dokter yang merupakan dokter residen di salah satu RS di Denpasar dinyatakan positif corona.

“Jadi istri dokter tersebut terlebih dulu dinyatakan positif Covid-19 sebelum akhirnya menjangkiti suami,” ungkap bupati asal Nusa Ceningan itu.

Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma menambahkan, dokter spesialis jantung RSUD Klungkung yang dinyatakan positif tersebut menjalani

pemeriksaan swab pada Minggu (31/5) dan hasil swab yang menyatakan dokter tersebut terinfeksi virus corona keluar Senin siang (1/6).

Dari hasil tersebut, tiga orang perawat yang selama ini melayani dokter tersebut dalam menjalankan tugasnya di RSUD Klungkung langsung diminta untuk melakukan isolasi mandiri dan telah menjalani pemeriksaan swab.

“Kemudian kami telusuri pegawai rumah sakit yang pernah kontak dengan spesialis ini, kami sudah data tadi.

Kami sudah dapat sekitar 151 orang yang pernah kontak selama 14 hari terakhir. Ini kami jadwalkan untuk dilakukan rapid test pada hari ketujuh,” katanya.

Selain tiga perawat tersebut, menurutnya ada satu orang dokter spesialis jantung lagi yang menjalani swab dan semestinya melakukan karantina mandiri.

Sebab dokter tersebut praktik satu klinik layanan dengan dokter spesialis jantung yang dinyatakan positif tersebut.

Namun karena pertimbangan dokter spesialis jantung tersebut tidak pernah melakukan kontak dengan dokter spesialis jantung

yang positif tersebut lantaran perbedaan jadwal kerja meski satu tempat kerja, akhirnya dokter spesialis tersebut tidak menjalani isolasi mandiri.

Dokter tersebut juga masih tetap melayani pasien jantung dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Tadinya saya mau mengisolasi mandiri beliau (dokter spesialis jantung bukan positif) cuma karena beliau punya pertimbangan bahwa yang dilayani adalah pasien jantung yang sangat riskan bila obatnya habis. Jadi tanpa resep dokter pasien tersebut tidak mungkin mendapat obat lanjutan,” jelasnya.

“Sehingga beliau tetap masuk dengan protokol kesehatan yang ketat. Jadi melayani pasien dengan jarak lebih dari dua meter. Bila pasien membutuhkan penjelasan lebih akan difasilitasi oleh perawat,” imbuhnya.

Terkait dengan pasien yang pernah ditangani dokter spesialis jantung positif corona tersebut kurun waktu 14 hari terakhir, dia mengungkapkan data-data pasien tersebut

sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan Klungkung untuk dilakukan penelusuran. “Jadi mereka (pasien) akan ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Klungkung,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP