alexametrics
Sabtu, 06 Mar 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Kisah Anggota Polri Sembuh dari Covid-19

Kunci Sembuh Tak Gampang Panik, Rutin Minum Jamu dan Susu Beruang

12 Juni 2020, 12: 16: 05 WIB | editor : ali mustofa

wabah corona, virus corona, kunci sembuh, tak gampang panik, rutin minum sembuh, susu beruang

NB anggota Polsek Sukasada yang sembuh dari Covid-19 menceritakan perjuangannya sembuh dari penyakit ini. (Istimewa)

Share this      

Tiga anggota Polsek Sukasada yang didiganosis terjangkit Coronavirus Disease (Covid-19) sembuh dari penyakitnya. Masing-masin punya cerita bisa survive dari penyakit ini.

Seperti yang dituturkan NB dan MY. Mereka berhasil sembuh dengan waktu yang terbilang singkat. Kurang dari lima hari.

 

JULIADI, Sukasada

TAK banyak yang dilakukan NB dan MY, pasien dengan kode indentifikasi Gugus Tugas Percepatan Penangananan (GTPP) Covid-19 Buleleng masing – masing PDP, 63 dan PDP 65.

Sama dengan yang lain, mereka yang dirawat di ruangan isolasi. juga tak boleh dijenguk keluarganya dan siapapun.

NB, satu hari dirawat di Bapelkes dan tiga hari berada di RS Pratama Giri Mas sudah bisa bernapas legas. Pasalnya hasil swab test dua kali ia jalani dinyatakan sembuh dari Covid-19.

 “Saya berpikir waktu itu merasa sehat-sehat saja, tenang-tenang saja. Tak ada gejala apapun. Hanya saja saya mengalami flu biasa,” ucap NB yang berpangkat Aiptu dan bertugas di Polsek Sukasada.

Diakui, hasil test swab positif sempat membuat dirinya dan keluarga panik. Tak menyangka akan terpapar Covid-19. Bahkan, yang membuat khawatir adalah apakah keluarganya di desa tidak dikucilkan.

“Nah, kepanikan ini bisa saya kendalikan. Saya tenangkan diri dan keluarga. Ya, saya berpikir orang sakit bisa sembuh, kenapa saya tidak bisa sembuh,” ungkapnya.

Berpikir positif dan tidak panik sehingga membuatnya sembuh. Itu pun juga tidak bisa lepas dari dukungan keluarga dan anggota Polri.

Menariknya support untuk semangat sembuh itu datang dari anggota dadia dan krama desa, justru warga desa yang intens sekali memberikan dukungan agar dapat melewati masa isolasi.

Diceritakan NB, saat menjalani isolasi perawatan medis Covid-19 di RS Pratama Giri Mas, makanan dan obat yang diberikan dengan pasien Covid-19 lainnya sama saja.

Selain itu, rutin setiap harinya selain obat ada jamu yang terbuat dari jahe juga bahan obat dari tumbuhan herbal. Kemudian rutin diberikan minuman susu beruang.

“Karana saya sakit pilek, habis mandi agar flu hilang saya gunakan minyak kayu putih. Itu saya hirup dan usap dibagian tubuh, berselang waktu satu dua jam,” ucapnya.

Disisi lain untuk menjaga kebugaran tubuh dan fisik, karena dalam ruangan isolasi olahraga kecil ia lakukan bersama dengan empat pasien Covid-19 pada saat pagi dan sore.

Selain itu, didalam ruangan isolasi kejenuhan dan rasa bosan itu pasti ada. Bisa dibayangkan ruangan tertutup tidak boleh buka jendala, kipas angin tidak boleh dihidupkan, apalagi AC.

“Cuma keyakinan saya bisa lalui perawatan ini. Jadi bersama teman-teman hilangkan rasa bosa selain menonton youtube, juga lebih banyak bercerita masalah kehidupan di masyarakat” ucapnya.

Selama empat hari menjalani isolasi dan perawatan barulah kondisi NB terus membaik dan dokter menyatakan hasil swab dengan hasil negatif.

Mendengar hasil swab negatif Covid-19, keluarga khususnya sang istri sangat kaget. “Lho kok cepat, padahal 14 hari baru bisa sembuh dari Covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, di masa pendemi Covid-19 ini sejatinya edukasi yang bersifat transparan yang perlu disampaikan pemerintah kepada masyarakat.

Terutama untuk tidak panik. Karena, kata dia, penyakit ini tidak separah yang diberitakan dan diceritakan oleh banyak orang yang membuat kepanikan.

Kata dia, lebih baik berikan support pada OTG, ODP dan PDP. Lebih penting lagi tidak dengan menjauhi mereka.

“Cukup jaga kesehatan untuk meningkatkan imunitas, hilangkan rasa stres dan tidak panik. Tidak harus takut dengan penyakit ini. Biasakan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Sementara itu MY yang juga anggota Polsek Sukasada mengaku tak ada gejala sesak nafas, flu dan deman tinggi ketika dirinya dinyatakan positif terjangkit virus corona dengan hasil tes swab positif.

“Saya merasa biasa-biasa saja, aktivitas normal. Hanya saja kecemasan itu muncul di keluarga dan tetangga.

Karena tak ada satu orangpun yang mau lewat depan rumah setelah saya positif corona,” tutur pria berpangkat Aiptu ini.

Satu sisi keluarga juga harus diisolasi kendati hasil swab dinyatakan negatif. Hal ini semestinya yang patut disadari warga dan masyarakat.

Orang atau pasien yang terjangkit Covid-19 bukan dikucilkan atau dijauhi. Justru harus saling bahu membahu memberikan semangat. Agar pasien tersebut cepat sembuh.

“Edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan, dan menjadi perhatian kita saat ini,” imbuhnya. Untuk perawatan medis di ruang isolasi hampir sama dengan apa yang dijalani dua anggota Polsek Sukasada lainnya.

Asupan setiap hari susu beruang, suplemen vitamin C, obat dan jamu serta makan. “Tiga hari menjalani isolasi saya dinyatakan sembuh,” tuturnya.

Dalam perawatan tim medis menyarankan lebih banyak kurangi stress. Agar imunitas tumbuh tidak menurun. Sehingga proses penyembuhan lebih singkat.

Sebagai mantan pasien penyakit Covid-19 memang ada, namun tak perlu panik. Dia meminta masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Terpenting disiplin diri dengan gunakan masker dan terapkan hidup sehat dan bersih,” pungkasnya. Kini tiga anggota Polsek Sukasada sudah mulai bertugas seperti biasanya.(*)

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP