alexametrics
Kamis, 09 Jul 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Enam Rumah Dinas di Asrama TNI Sudirman Hangus Terbakar

26 Juni 2020, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

musibah kebakaran, rumah dinas, asrama tni sudirman, rumah hangus terbakar, polresta denpasar

Puing - puing bekas kebakaran di Asrama TNI Sudirman, Denpasar, Jumat siang. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Enam unit rumah dinas di lingkungan Asrama TNI Sudirman, Lingkungan Candra, Jalan RS TNI AD, RT 7 Tengah Dauh Puri Denpasar, hangus terbakar.

Musibah kebakaran itu terjadi Jumat (26/6) siang sekitar pukul 12.30 Wita. Beberapa unit kendaraan seperti mobil juga ikut terbakar.

Kasubaghumas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengatakan, dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik.

"Diduga korsleting listrik. Rumah dinas yang terbakar itu nomor 38, 40, 42, 44, 46, dan nomor 48," ujar Iptu Ketut Sukadi, Jumat (26/6).

Kepada polisi, saksi di lokasi kejadian bernama Yogik Handoko menceritakan, saat kejadian, di sedang duduk di depan rumahnya.

Seketika dia melihat ada percikan api di bawan sekring listrik rumah nomor 38. "Saat itu saksi juga melihat ada terjadi ledakan dan saksi melihat ada api mengalir dari kabel seperti kembang api," ujar Iptu Ketut Sukadi. 

Istri pemilik rumah no 38 itu lalu keluar mematikan sekring. Namun, api sudah menjalar ke rumah sebelahnya. Saksi pun sontak berteriak minta tolong.

Beberapa warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung berjibaku berusaha memadamkan kobaran api.

Tidak butuh waktu lama, amukan si jago merah menjalar ke beberapa rumah lain di sekitarnya dan kobaran api makin membesar. 

Sementara warga lain langsung menelpon pihak pemadam kebakaran kota Denpasar. Tidak berselang lama, petugas pemadaman pun tiba di lokasi kejadian.

Dibantu warga sekitar, petugas pun berjibaku memadamkan kobaran api. "Ada 7 unit mobil Damkar dari Denpasar, 2 unit Damkar Badung, dan 1 unit water Canon Polda Bali.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 14.15 Wita," tandas Iptu Sukadi. Saat ini kerugian akibat peristiwa ini masih didata.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP