alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Posal Marore Tangkap Dua Kapal Asal Filipina di Perairan Indonesia

Juga Amankan 6 WNA Terduga Illegal Fishing

01 Juli 2020, 22: 05: 38 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Posal Marore, TNI AL, Illegal Fishing, Perairan Indonesia-Filipina, pencurian ikan ilegal, WNA Filipina, perbatasan NKRI, Lanal Tahuna, Mabesal RI,

DIAMANKAN : Dua Pumpboat asal Filipina yang diamankan anggota Pos TNI AL Marore (Istimewa)

Share this      

SANGIHE-Pencurian atau penangkapan ikan secara illegal oleh pihak asing di wilayah perairan Indonesia kembali terjadi, Senin (29/6).

Kali ini, kasus illegal fishing terjadi di wilayah perairan yang berbatasan dengan Filipina atau tepatnya di Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

2 (dua) unit kapal pompa atau pumpboat nelayan berbendera asing dan 6 (enam) anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Filipina berhasil diamankan (PosaL) Marore.

BURU PELAKU ILLEGAL FISHING : Tim Posal Marore saat melakukan penangkapan terhadap 2 pumpboat asal Filipina di Perairan Indonesia

BURU PELAKU ILLEGAL FISHING : Tim Posal Marore saat melakukan penangkapan terhadap 2 pumpboat asal Filipina di Perairan Indonesia (Istimewa)

Mereka ditangkap dan diamankan setelah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan pumpboat dan syabu (tinta cumi) di perairan Indonesia.

Komandan Posal Marore (Danposal) Letda Laut (P) Suendra dikonfirmasi terkait penangkapan 2 kapal dan 6 WNA asal Filipina, seizin Komandan Pangkalan TNI AL Tahuna Letkol  Laut (P) Yulis Andreas Lorentius MTr Hanla MM, Rabu (1/7) membenarkan.

Dijelaskannya, kronologi tertangkapnya dua pumpboat oleh prajurit Pos Angkatan laut (Posal) Marore itu, berawal dari pengamanan perbatasan (Pamtas) Patsek di wilayah kerja Posal Marore dan BCA menggunakan Sarana Patroli Posal Marore.

"Saat itu anggota kami melihat kontak secara visual Pumpboat di perairan Marore sedang melaksanakan Giat Ilegal Fising di perairan teritorial RI/16 Mil Tenggara Pulau Marore. Kemudian anggota melakukan pemberhentian dan pemeriksaan,” jelas Danposal Marore Suendra

Lebih lanjut, perwira yang pernah berdinas di Lanal Denpasar ini menambahkan, Pumpboat pertama dengan nama Brent 2 ditumpangi 3 orang WNA Filipina. Dan pumpboat kedua dengan nama Family ditumpangi 3 orang WNA Filipina.

"Kedua pumpboat melaksanakan ilegal Fising dengan cara menangkap ikan menggunakan Syabu atau Tinta Cumi,” tuturnya.

Dan saat ini, tambah Suendra, kapal dan ABK dalam proses penjemputan oleh KAL PSH untuk di gandeng dari Marore menuju Lanal Tahuna.

"Pemeriksaan awal sudah dilakukan. Dan jika tiba di Lanal Tahuna akan dilakukan penyidikan,” tukasnya

(rb/pra/pra/JPR)

 TOP