alexametrics
Selasa, 04 Aug 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Gagal Pulang ke Prancis, Nenek Anne Marie Meninggal di Kamar Vila

30 Juli 2020, 21: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

nenek anne marie, gagal pulang, bule prancis, meninggal dunia, kamar vila, polsek ubud

Petugas berseragam APD lengkap mengevakuasi jasad nenek asal Prancis menuju RSUP Sanglah Denpasar. (Istimewa)

Share this      

UBUD – Seorang nenek berusia 84 tahun asal Prancis, Anne Marie Elisabeth Marguerite, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar vila di Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud,  Kamis (30/7) pukul 09.40.

Setelah ditemukan, jasad Anne Marie telah dievakuasi dengan protokol Covid-19 oleh petugas berseragam hazmat.

Menurut informasi, korban bersama keluarga berencana pulang ke Prancis. Namun karena terkendala penerbangan, korban berencana berobat ke RS di Nusa Dua.

Tapi, rencana itu tertunda. Akhirnya korban dan keluarga kembali menginap di Ubud. Selanjutnya, Kamis pagi sekitar pukul 07.00, putra korban melihat korban sudah dalam keadaan lemas di kamar vila.

Kejadian itu langsung dilaporkan kepada pengelola vila. Pihak vila kemudian bersama anggota keluarganya mengecek kondisi korban.

Lantaran keadaan korban lemas dan kritis, pengelola menghubungi tim medis dari Ubud Care. Petugas yang tiba langsung memeriksa kondisi korban.

Namun, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Untuk diketahui, korban sudah tinggal di vila di bilangan Kedewatan itu sejak 15 Maret lalu.

Sejak di vila itu, korban sudah sakit dan menggunakan kursi roda selama beraktivitas. Bahkan, korban beberapa kali berobat jalan ke rumah sakit.

Kapolsek Ubud AKP Gde Sudyatmaja membenarkan kejadian tersebut. “(Meninggal, red) Karena sakit,” ujar AKP Sudyatmaja.

Korban langsung dievakuasi oleh petugas berseragam hazmat lengkap. “Sesuai standar Covid, sementara (jenazah, red) dititip di RSUP Sanglah,” jelasnya.

Selain mengenakan pakaian hazmat, petugas juga menyemprot lingkungan vila tersebut dengan cairan. Usai mengevakuasi, petugas juga disemprot untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Selanjutnya, nasib jenazah korban akan menunggu petunjuk dari Konsulat Prancis maupun keputusan dari keluarga.

“Nantinya akan dikoordinasikan dengan konsulat untuk kepastian jenazah dibawa ke negaranya atau diselesaikan di Bali,” pungkasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP