alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka, Kakek Pencabul Bocah 9 Tahun di Buleleng Tak Ditahan

Alasannya karena Tersangka Kooperatif

18 September 2020, 20: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pencabulan, kakek cabul, Unit PPA, Polres Buleleng, tersangka pencabulan, cabuli bocah, anak dibawah umur, P2TP2A Buleleng,

Korban KBW (kiri) didampingi ayahnya di Mapolres Buleleng, Jumat (18/9) (Juliadi)

Share this      

SINGARAJA-Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng akhirnya resmi menetapkan IPA, 64, sebagai tersangka pencabulan anak dibawah umur.

Penetapan status tersangka terhadap pekak (kakek) asal Desa Tista, Busungbiu, Buleleng, Bali ini, setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan orang tua (ayah) korban (Sesuai Laporan Polisi Nomor: LP-B/101/VI/2020/BALI/RES tertanggal 14 Agustus 2020) ke SPKT Polres Buleleng.  

Sesuai laporan, diduga tersangka IPA melakukan tindakan cabul dengan meraba alat kemaluan korban berinisial KBW berusia 9 tahun.

Seperti dibenarkan Kasubag Humas Polres Iptu Gede Sumarjaya, Jumat (18/9).

 “Ya IPA kami tetapkan tersangka awal September 2020 lalu atas dugaan pencabulan anak dibawah umur,” tegas Sumarjaya

Menurut Sumarjaya, IPA ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik mengantongi sejumlah alat bukti.

Diantaranya, selain melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi (5 orang saksi termasuk saksi korban dan orang tua), polisi juga telah mengamankan barang bukti dan hasil visum et repertum.

“Jadi kasus ini awalnya dari tahap lidik (penyelidikan) kemudian dinaikkan statusnya ke sidik (penyidikan). Selanjutnya (setelah penetapan tersangka) penyidik Unit PPA akan melakukan gelar perkara,” jelas Sumarjaya.

Sayangnya, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun penyidik Unit PPA Polres Buleleng tidak menahanan IPA karena alasan tersangka kooperatif, berjanji tidak melarikan diri, dan tidak menggulangi kembali perbuatannya.

“Untuk sementara tersangka hanya dikenakan wajib lapor. Sedangkan korban KBW saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh psikiater dan dilakukan pendampingan oleh Tim P2TP2A Kabupaten Buleleng,” tukasnya.

(rb/jul/pra/JPR)

 TOP