alexametrics
Jumat, 23 Oct 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tindak 3.051 Warga Tak Bermasker, Aparat Raup Uang Denda Puluhan Juta

19 September 2020, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

operasi yustisi, razia prokes, razia masker, TNI, Polri, Polda Bali, Polres, Pemprov Bali, Pergub Bali, Pergub 46/2020, denda masker,

Salah satu operasi penegakan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan yang digelar aparat gabungan dari unsur Polri, TNI dan instansi terkait di Bali (Istimewa)

Share this      

DENPASAR- Operasi yustisi terpadu penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 terus gencar digelar petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan instansi terkait di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Operasi/ razia dilaksanakan secara gencar ini, selain untuk mendukung terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan peraturan lain (Peraturan Bupati dan Peraturan Walikota).

Operasi yustisi terpadu digelar untuk tujuan mencegah, mengendalikan penyebaran atau munculnya kasus baru pada berbagai sektor kegiatan masyarakat dan/atau instansi pemerintahan. 

Termasuk, operasi digelar dalam rangka meningkatkan partisipasi aktif masyarakat Bali dalam mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 dengan saling melindungi dan memelihara kesehatan.

Serta meningkatkan angka kesembuhan dan mengendalikan angka kematian masyarakat di masa pandemi Covid-19, dan terciptanya pemulihan berbagai aspek kehidupan sosial ekonomi secara produktif dan aman untuk mengurangi dampak psikologis warga masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi,Sabtu (19/9).

Dijelaskan, sejak terbitnya Pergub 46/2020, aparat/petugas gabungan dari berbagai unsur bersama instansi terkait telah melaksanakan operasi yustisi di 9 kabupaten/kota di Bali.

Kata Kombes Pol Syamsi, dari gelaran operasi yustisi yang digelar dari tanggal 7-18 September 2020, petugas telah menindak sebanyak 3.051 pelanggar se-Bali.

Mayoritas, para pelanggar yang ditindak petugas itu adalah warga yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Ribuan pelanggar yang ditindak petugas itu, lanjut Kombes Pol Syamsi kemudian dikenakan sanksi beragam. Adapun rinciannya, sebanyak 355 pelanggar dikenakan sanksi fisik (seperti push up, dll); 1.698 pelanggar dikenakan sanksi teguran lisan;  

283 pelanggar dikenakan sanksi teguran tertulis, 317 pelanggar dikenakan sanksi kerja sosial di fasilitas umum; 138 pelanggar dikenakan sanksi tunda pelayanan administrasi; dan sebanyak 244 pelanggar sisanya dikenakan sanksi denda administratif sebesar Rp. 100 ribu per orang.

Sehingga khusus untuk sanksi denda, dari total 244 pelanggar yang ditindak, aparat gabungan telah mengumpulkan uang denda sebesar Rp. 24.400.000.

Sementara itu, masih kata Kombes Syamsi, saat operasi yustisi terpadu dengan mengedepankan protokol kesehatan, melibatkan sebanyak 7.745 personel gabungan. “Pelibatan personel gabungan ini meliputi Polri, TNI, Satpol PP, Dinkes dan Dishub. Sedangkan khusus Polda Bali, kami menerjunkan sekitar 3.793 personel termasuk yang ada di tingkat Polres," terang Kombes Syamsi.

Sedangkan untuk pelanggar yang terjaring operasi, kata Kombes Syamsi, sebagian masyarakat terjaring ketika petugas menggelar razia di pasar tradisional, pasar modern, komplek pertokoan, komplek pemukiman, obyek wisata, jalan raya, terminal, bandara, pelabuhan dan tempat ibadah. 

“Mari bersama-sama mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Semoga pandemi ini cepat berakhir, masyarakat dapat beraktifitas seperti biasa sehingga kondisi perekonomian masyarakat segera kembali pulih. Disiplin adalah kunci mengurangi penyebaran, penggunaan masker adalah vaksin, sementara untuk terhindar paparan Covid dan kepatuhan anda merupakan kesehatan kita bersama," katanya.

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP