alexametrics
Kamis, 03 Dec 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

13 Pegawai Terpapar Corona, Sejumlah Pelayanan RSUD Gema Santi Ditutup

Juga Isolasi Mandiri 47 Pegawai Lainnya

15 Oktober 2020, 23: 22: 00 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

wabah Corona, Covid-19, RSUD Gema Santi, Pelayanan RS Ditutup, positif Covid-19, isolasi mandiri, prokes, Pemkab Klungkung,

TUTUP SEBAGIAN PELAYANAN : RS Pratama/UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida (Dok Radar Bali)

Share this      

SEMARAPURA-Sebanyak 13 pegawai di RSUD Gema Santi/ RS Pratama Nusa Penida, Klungkung positif terpapar Covid-19.

Akibat belasan pegawai terpapar virus Corona, sejumlah pelayanan UPTD di RS Pratama Nusa Penida, Klungkung, Kamis (15/10) ditutup.

Bahkan, selain menutup sejumlah layanan hingga 20 Oktober 2020 mendatang, puluhan pegawai lain juga terpaksa menjalani isolasi mandiri karena melakukan kontak erat.

Seperti dibenarkan Direktur UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida, dr. I Ketut Rai Sutapa.

Saat dikonformasi, dr Sutapa menyebutkan jika sejumlah layanan yang ditutup itu meliputi pelayanan UGD, rawat inap, ruang bersalin, dan ruang isolasi Covid-19.

“Hanya pelayanan poliklinik yang masih dilayani,” terangnya.

Menurutnya, penutupan sejumlah pelayanan di UPTD RSUD Gema Santi Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona kepada pasien.

Mengingat ada sebanyak 13 pegawai UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida yang terkonfirmasi Covid-19 dan 47 pegawai lainnya yang melakukan kontak erat dengan pegawai yang terkonfirmasi.

“Pelayanan kami tutup mulai 15-20 Oktober,” terangnya.

Menurutnya, 13 pegawai tersebut akhirnya dinyatakan terkonfirmasi setelah ada dua pegawai yang mengalami gejala Covid-19 seperti tidak mencium bau.

Kedua pegawai tersebut langsung melakukan pemeriksaan (rapid test dan swab) dengan hasil positif terpapar virus korona.

Penelusuran pun dilakukan terhadap pegawai yang melakukan kontak erat. Adapun pada Rabu (14/10), 11 pegawai dinyatakan positif Covid-19. “Dua orang pegawai ini kemungkinan tertular di keluarga. Sebab keluarga mereka ada yang positif dan sempat diajak berbicara. Saat dapat tugas jaga, merekakan menginap di rumah sakit. Kemungkinan saat itulah pegawai yang lain tertular,” katanya.

Karena ada penambahan pegawai yang positif, dia pun kembali melakukan penelusuran terhadap pegawai yang pernah kontak erat terhadap 11 pegawai tersebut.

Hasil tracking, pihaknya kembali menemukan ada sekitar 47 pegawai yang sempat kontak erat. Sambil menunggu tes swab yang akan dilakukan hari ini, 47 pegawai itu pun menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara 13 pegawai yang telah dinyatakan positif Covid-19, menjalani isolasi di RSUD Gema Santi Nusa Penida.

“Karena sudah tidak boleh lagi isolasi mandiri di rumah bagi orang yang dinyatakan positif. Sementara pemilik hotel di sini tidak ada yang berkenan menjadikan hotelnya sebagai tempat isolasi. Kalau ke hotel yang sudah disediakan oleh Pemprov Bali, kami haru menyeberang menggunakan boat, dan itu akan lebih repot lagi,” terangnya.

Lebih lanjut terkait dengan layanan rawat inap, diungkapkannya tersisa satu pasien suspect Covid-19 kemarin. Mengingat petugas medis yang bertugas di ruang isolasi terkonfirmasi Covid-19 dan ada pula yang menjadi kontak erat, sehingga kemarin rencananya pasien itu dirujuk untuk dirawat di RSUD Klungkung.

“Memang tahun ini jumlah pasien rawat inap menurun drastis. Sebenarnya ada tiga orang yang menjalani rawat inap, namun dua pasien kondisinya sudah membaik dan bisa dilakukan rawat jalan sehingga kami izinkan untuk pulang. Sementara satu lainnya kami rencananya rujuk ke RSUD Klungkung,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Ni Made Adi Swapatni dikonfirmasi terpisah mengimbau seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Walau sebelumnya Nusa Penida sempat zona hijau.

“Untuk pelayanan kesehatan yang tidak bisa dilayani di RS Gema Santi, dapat dilakukan di puskesmas. Kalau bersalin ada kendala, harus dirujuk ke RS Klungkung,” tukasnya

(rb/ayu/pra/JPR)

 TOP