alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Resmi Tersangka, Perbekel Penghina Jro Mangku Upayakan Jalur Damai

16 Oktober 2020, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pencemaran nama baik, hina jro mangku, UU ITE, Polres Buleleng, upaya damai, perbekel tamblang tersangka, akun facebook,

Perbekel Tamblang I Made Diarsa didampingi tim kuasa hukum usai menjalani pemeriksaan di Polres Buleleng, Jumat (16/10) (Juliadi)

Share this      

SINGARAJA-Usai menyandang status tersangka, Perbekel Desa Tamblang, Kubutambahan I Made Diarsa, Jumat (16/10) kembali dipanggil polisi dan menjalani pemeriksaan.

Didampingi tim kuasa hukum Wayan Sudarma SH dkk, tersangka Diarsa diperiksa di ruangan Unit II Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi membenarkan terkait pemeriksaan tersangka Diarsa.

"Sedang dalam pemeriksaan hari ini. Kalau penahanan, tunggu saja hasil pemeriksaan," kata Sumarjaya.

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka, Wayan Sudarma SH mengatakan bahwa meski kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun sampai saat ini terkait surat penetapan Perbekel Diarsa sebagai tersangka masih belum diterima.

“Sampai sekarang, klien kami (Tersangka Diarsa) belum menerima (Surat penetapan sebagai tersangka),”tandasnya.

Demikian halnya saat ditanya terkait perkara yang menjerat kliennya, kepada media, Sudarma berdalih bahwa pihaknya belum tahu dasar polisi menetapkan kliennya sebagai tersangka.

“Kami tidak ketahui dasar menjadikan dia tersangka (Made Diarsa). Kami juga baru terima kuasa tadi. Sehingga hari ini kami damping klien kami untuk memastikan semua proses di kepolisian berjalan sesuai KUHAP,”terang Sudarma.

Lebih lanjut, meski proses penyidikan terhadap kliennya terus berjalan, namun selaku tim kuasa hokum, Sudarma mengaku jika pihaknya masih terus berupaya agar perkara ini bisa diselesaikan secara musyawarah melalui upaya damai dengan pihak Jro Mangku Ketut Arsadia selaku korban atau pelapor.

"Upaya damai tetap kami lakukan, karena ini menyangkut kepentingan luas dan umum. Seorang Perbekel dan warga wajar ada perselisihan dalam perbedaan pendapat, tapi sekarang bagaimana menciptakan suasana yang kondusif. Intinya, tidak ada kesalahan yang tidak bisa dimaafkan," tandasnya.

Seperti diketahui, Diarsa ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik  dan pelanggara Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008.

Diarsa ditetapkan tersangka menyusul adanya laporan Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, bernama Jro Mangku Ketut Arsadia, 33, (Bukti Laporan : No. SPTL/III/IX/2020/BALI/ RES BLL).

Perbekel Diarsa dilaporkan ke Polres Buleleng, pada Jumat (4/9) lalu oleh Jro Mangku Arsadia, karena pelapor merasa dilecehkan dan dihina harkat dan martabatnya sebagai seorang pemangku di salah satu akun facebook milik tersangka.

(rb/jul/pra/JPR)

 TOP