alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Fix! Kepala Desa Penghina Jro Mangku Akhirnya Ditahan di Rutan Polres

17 Oktober 2020, 20: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pencemaran nama baik, hina jro mangku, UU ITE, lurah tersangka Polres Buleleng, perbekel tamblang ditahan,

RESMI DITAHAN : Tersangka I Made Diarsa (dua dari kanan) saat pemeriksaan Jumat (16/10) kemarin. Usai menjalani pemeriksaan Diarsa langsung ditahan di Rutan Polres Buleleng (Dok Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA-Usai resmi menyandang status tersangka, polisi akhirnya melakukan penahanan terhadap Kepala Desa/ Perbekel Tamblang, Kubutambahan I Made Diarsa.

Perbekel “Penghina Jro Mangku” itu ditahan di Rutan Polres Buleleng atas sangkaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU IT) Nomor 11 tahun 2008.

Seperti dibenarkan Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Sabtu (17/10)

“Jumat sore (16/10) kemarin, usai dilakukan pemeriksaan tersangka (I Made Diarsa) langsung dilakukan penahanan oleh penyidik Unit II Reskrim Polres Buleleng,” tegas Iptu Gede Sumarjaya.

Lebih lanjut, Sumarjaya menjelaskan Perbekel Desa Tamblang itu akan menjalani penahanan selama 20 hari kedepan. “Sembari polisi melakukan pemberkasan kasus agar segera dapat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Buleleng,”tambahnya.

Sementara itu atas penahanan Diarsa, Kuasa hukum tersangka, I Nyoman Sunarta SH saat dikonfirmasi terpisah mengaku jika pihaknya  langsung mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya (Made Diarsa) ke Polres Buleleng.

“Hari ini (Sabtu, red) kami kirim surat upaya penangguhan penahanan,” kata Sunarta ditemui usai mendampingi Made Diarsa pemeriksaan di Mapolres Buleleng, (17/10) kemarin.  

Ditambahkan, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan kuasa hokum mengajukan penangguhan penahanan terhadap Made Diarsa.

Disebutkan, sejumlah alasan itu, yakni selain menjamin kliennya tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti, pihaknya juga menjamin bahwa tersangka akan bersikap kooperatif jika dibutuhkan sewaktu-waktu dalam pemeriksaan dan saat persidangan.

Selain itu, terkait alasan permohonan penangguhan penahanan, hal paling penting dan mendasar, yakni karena kedudukan Made Diarsa sebagai seorang perbekel Desa. Dimana ada tugas-tugas sebagai kepala desa untuk menjalankan roda pemerintah desa dan melayani masyarakat.

“Kami berharap upaya penangguhan penahanan ini bisa dipertimbangan pihak penyidik. Kendati yang bersangkutan proses hukum tetap berjalan. Namun bisa tetap melayani masyarakat. Apalagi saat ini situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung,” tukasnya.

Seperti diketahui, Diarsa ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik  dan pelanggara Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008.

Diarsa ditetapkan tersangka menyusul adanya laporan Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, bernama Jro Mangku Ketut Arsadia, 33, (Bukti Laporan : No. SPTL/III/IX/2020/BALI/ RES BLL).

Perbekel Diarsa dilaporkan ke Polres Buleleng, pada Jumat (4/9) lalu oleh Jro Mangku Arsadia, karena pelapor merasa dilecehkan dan dihina harkat dan martabatnya sebagai seorang pemangku di salah satu akun facebook milik tersangka.

(rb/jul/pra/JPR)

 TOP