alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarbali
Home > Travelling
icon featured
Travelling

Tata Dua Objek Wisata di Kota, Dispar Buleleng Ajukan Dana Rp 20 M

18 Oktober 2020, 12: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

tata objek wisata, dua objek wisata, dispar buleleng, ajukan dana, rp 20 miliar

Kondisi di Pantai Penimbangan, Singaraja yang bakal ditata oleh Dispar Buleleng. (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng mengupayakan penataan dua kawasan pariwisata di wilayah perkotaan.

Kedua kawasan itu adalah kawasan Pantai Penimbangan dan Eks Pelabuhan Buleleng. Penataan kedua kawasan itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke kawasan setempat.

Sehingga terjadi daya ungkit ekonomi. Penataan kedua kawasan itu rencananya menggunakan dana dari progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Total dana yang diajukan mencapai Rp 20 miliar. Setelah dilakukan penataan, kedua kawasan itu diharapkan bisa menjadikan rujukan kunjungan wisata. Setidaknya bagi masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Made Sudama Diana mengatakan, penataan kawasan akan dioptimalkan pada lahan milik Pemkab Buleleng.

Menurutnya di Pantai Penimbangan dan Eks Pelabuhan Buleleng, lahan milik pemerintah sudah cukup luas.

Di Pantai Penimbangan misalnya. Terdapat lahan seluas 40 are yang selama ini menjadi lahan tidur. Lahan hanya dioptimalkan sebagai areal parkir, saat kunjungan di Pantai Penimbangan meluber.

“Kami sudah ajukan agar lahan itu bisa dikelola Dispar. Nanti akan kami siapkan panggung terbuka, kios kuliner, dan taman juga,” kata Sudama.

Rencananya pedagang yang selama ini masih berjualan di sisi utara Jalan Segara Penimbangan akan direlokasi secara bertahap.

Nantinya sisi utara jalan akan ditata dengan kursi. Sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan laut lepas Pantai Penimbangan yang selama ini dikenal memiliki ombak tenang

“Kalau bisa pedagang itu masuk ke kios kuliner. Kalau pedagang tidak lagi menutupi pemandangan ke arah laut, kami yakin kunjungan akan semakin banyak.

Nanti setelah penataan tuntas, kami akan lakukan pendekatan pada para pedagang,” demikian Sudama. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP