alexametrics
Kamis, 03 Dec 2020
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Sulit Cari Penginapan di Nusa Penida Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Antisipasi OTG yang Tak Bersedia di Isolasi

19 Oktober 2020, 09: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, sulit cari penginapan, tempat penginapan, nusa penida, tempat isolasi, pasien covid-19, pasien otg, dinkes klungkung

Ilustrasi (dok.radarbali)

Share this      

SEMARAPURA - Setelah belasan pegawai UPTD RSUD Gema Santi Nusa Penida terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan Klungkung

menelusuri sejumlah penginapan di Kecamatan Nusa Penida yang berkenan digunakan sebagai tempat isolasi.

Itu dilakukan sebagai antisipasi adanya warga Nusa Penida yang terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan tidak berkenan untuk dirawat di luar Kecamatan Nusa Penida.

Hanya saja sampai saat ini belum ada pemilik penginapan di Nusa Penida yang bersedia penginapannya digunakan sebagai tempat isolasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung Ni Made Adi Swapatni menuturkan, Pemkab Klungkung telah menyediakan hotel di wilayah Ubud, Gianyar sebagai tempat isolasi bagai pasien terkonfirmasi Covid-19 tidak bergejala dan gejala ringan.

Hanya saja tidak semua pasien tersebut yang bersedia dirawat di sana seperti yang terjadi di Kecamatan Nusa Penida.

“Kemarin masyarakat di Nusa Penida tidak mau diajak ke daratan. Kebetulan itu tenaga kesehatan sehingga Pak Direktur (RS Gema Santi)

berinisiatif untuk melakukan isolasi nakesnya di rumah sakit karena kebetulan tidak ada masyarakat yang memanfaatkan,” terang Adi Swapatni.

Meski bisa diatasi, namun menurutnya peristiwa seperti itu perlu diantisipasi. Sehingga pihaknya telah mendatangi penginapan-penginapan yang telah memiliki sertifikasi

tatanan kehidupan baru untuk bisa digunakan sebagai tempat isolasi pasien terkonfirmasi Covid-19 tidak bergejala dan gejala ringan.

Sehingga bila ada pasien terkonfirmasi Covid-19 tidak bergejala dan gejala ringan tidak berkenan diisolasi di hotel yang ada di Bali daratan, bisa menjalani isolasi di penginapan di Nusa Penida.

“Memang sebaiknya diisolasi di tempat terdekat,” katanya. Hanya saja setelah mengunjungi penginapan tersertifikasi di Nusa Penida,

belum ada satupun dari pemilik penginapan yang bersedia penginapannya dijadikan sebagai tempat isolasi.

Mereka beralasan penginapan mereka sedang menerima tamu, dan akan menerima tamu. “Hanya penginapan yang telah bersertifikasi yang boleh digunakan sebagai tempat isolasi.

Mereka (pemilik penginapan) masih berpikir karena saat ini memang ada beberapa tamu yang ada di situ. Kan itu tidak boleh dicampur juga.

Mudah-mudahan ke depannya ada penginapan yang bisa digunakan sebagai tempat isolasi,” ujar Adi Swapatni.

Dengan situasi seperti itu, bila ada pasien terkonfirmasi Covid-19 tidak bergejala dan gejala ringan di Kecamatan Nusa Penida yang tidak berkenan diisolasi di Bali daratan, mau tidak mau, mereka harus tetap diisolasi di hotel yang disediakan.

Mengingat isolasi mandiri di rumah sangat berpotensi menciptakan klaster keluarga. “Kalau misalnya ada warga yang bersikeras untuk isolasi mandiri di rumah dengan pertimbangan

memiliki tempat tinggal yang luas, kamar sendiri, bisa taat dan didukung oleh satgas desa untuk melakukan kontrol, kami tidak akan memaksa.

Namun, bila tempat yang ada tidak memungkinkan, maka kami akan minta bantuan satgas setempat untuk melakukan edukasi agar mau diisolasi di tempat yang telah disediakan,” jelasnya.

Lebih lanjut dalam merujuk pasien suspect atau pun terkonfirmasi Covid-19 dari Nusa Penida ke Bali daratan, menurutnya tidak ada masalah yang berarti.

Sebab untuk transportasi pasien Covid-19, telah dilakukan kerja sama dengan pemilik boat di Nusa Penida. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP