alexametrics
Minggu, 29 Nov 2020
radarbali
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Ekonomi Melambat, Buleleng Yakin PAD Capai Target 100 Persen

Triwulan III Tembus Rp 231,71 Miliar

23 Oktober 2020, 10: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

ekonomi melambat, pemkab buleleng, pendapatan asli daerah, target 100 persen

Rapat TPAD Buleleng bahas PAD 2020 (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buleleng tetap yakin target Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa tercapai sesuai target.

Meski kini kondisi ekonomi tengah lesu. TAPD berkeyakinan realisasi PAD setidaknya bisa berada di atas angka 90 persen pada akhir tahun mendatang.

Data yang dikantongi Jawa Pos Radar Bali, PAD ditargetkan mencapai Rp 335,07 miliar. Target itu dipasang dari berbagai macam potensi.

Mulai dari retribusi daerah, pajak daerah, pendapatan bunga, hingga pendapatan jasa. Hingga akhir triwulan III tahun 2020, realisasi PAD sudah mencapai Rp 231,71 miliar atau 69,15 persen dari target.

Dari realisasi ratusan miliar itu, sebanyak Rp 84,58 miliar diantaranya bersumber dari pajak daerah.

Ketua TAPD Buleleng Gede Suyasa mengatakan, melihat dari laporan masing-masing instansi yang berwenang memungut pajak dan retribusi, ada perkembangan yang signifikan.

Suyasa pun optimistis bahwa PAD bisa mencapai target. Paling tidak realisasinya bisa di atas angka 90 persen pada akhir tahun anggaran nanti.

“Masih ada sisa waktu lagi dua bulan. Kami yakin ini bisa mencapai target. Dari data yang disampaikan, sudah ada peningkatan secara signifikan,” kata Suyasa.

Menurutnya, ada beberapa potensi yang bisa digenjot. Diantaranya retribusi perizinan, retribusi menara telekomunikasi, termasuk pajak reklame.

Selain itu dalam waktu dekat ini RSUD Buleleng akan memiliki alat uji PCR (Polymerase Chain Reaction). Alat itu bukan hanya bisa digunakan untuk melakukan uji penyakit covid-19.

Tapi juga bisa digunakan untuk menguji penyakit menular lainnya, seperti tuberkulosis dan HIV/AIDS. Ada pula sejumlah potensi pendapatan yang dipastikan tidak bisa mencapai target.

Di antaranya retribusi daya tarik wisata (DTW) yang dipicu penurunan jumlah wisatawan. Serta jasa sewa stadion, karena tidak ada pertandingan yang dilaksanakan.

“Sampai nanti bulan Desember, saya yakin sudah bisa di atas angka 90 persen. Makanya per item kami evaluasi. Mana yang bisa dilakukan optimalisasi, tentu akan kami tingkatkan,” tukasnya. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP