alexametrics
Sabtu, 28 Nov 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Soal Aksi Demo Berujung Ricuh di DPD Bali

AWK: Buat Saya Ini Keterlaluan, Anarkis dan Langgar Undang-Undang

28 Oktober 2020, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Arya Wedakarna, AWK, Senator Bali, DPD RI Bali, AWK Kena Pukul, AWK Didemo, Sandhi Murti, UU MD3, Demo ricuh, AWK Dianiaya pendemo,

Anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Arya Wedakarna alias AWK saat menemui pendemo di depan kantor DPD RI Perwakilan Bali di Renon, Rabu (28/10) (Marcell Pampurs)

Share this      

DENPASAR- Aksi demo di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Bali di Jalan Tjok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Rabu (28/10) berujung ricuh.

Kericuhan terjadi setelah sekelompok massa merangsek ke dalam pelataran atau halaman kantor DPD RI.

Tak hanya menduduki kantor DPD RI Perwakilan Bali, beberapa orang juga diduga sempat melakukan aksi penganiayaan terhadap Anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Arya Wedakarna alias AWK.

Insiden penganiayaan yang dialami AWK terjadi saat ia hendak mendatangi para demostran untuk berdialog

Terkait aksi demo atau protes yang berujung ricuh, Arya Wedakarna mengaku tidak tahu menahu apa masalahnya sehingga puluhan orang melakukan aksi protes di depan kantor DPD RI, Bali, jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Rabu (28/10). 

"Saya tidak tau masalahnya. Karena kemarin tidak ada surat, perihalnya apa. Aspirasinya gak ngerti tentang apa niki (ini). Makanya kami buka pintu," katanya kepada awak media usai aksi demo.

Bahkan saat memberikan keterangan pers, AWK sempat membandingkan perilaku beberapa ormas yang ingin berdiskusi dengannya sebelumnya.

Dimana kata AWK, banyak ormas mengirimkan surat pemberitahuan dan mengirimkan daftar pertanyaan ke AWK sebelum berdialog.

"Berbeda dengan ormas lain dia mengirimkan daftar pertanyaan ke saya. Saya pertanyakan rakyat yang mana. Kalau mereka mewakili rakyat Bali, rakyat yang mana dulu," terang AWK dengan nada tanya.

AWK juga mengaku tidak tahu apa tuduhan para massa aksi yang ditujukan kepadanya.

"Saya gak ngerti, saya gak paham.  Apakah soal masalah viral video atau kerja saya. Saya nggak ngerti makanya saya undang ayo dialog. Kan enak disediakan snack ada ruang ber-AC.

Buat saya ini keterlaluan. Ini gak boleh terjadi. Kalau berani menyakiti DPD seperti ini bagaimana dengan anggota dewan lain nantinya. Ini sudah anarkis. Ini sudah melanggar Undang Undang," tandas AWK.

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP