alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Menjelek-jelekkan Pujaan Orang Bali Via Video, AWK Kembali Dipolisikan

28 Oktober 2020, 20: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Arya Wedakarna, AWK, Senator Bali, DPD RI Bali, AWK Kena Pukul, AWK Didemo, Sandi Murti, Demo ricuh, AWK Dianiaya pendemo, AWK dipolisikan, Polda Bali

Anggota DPD RI Perwakilan Bali Aryawa Wedakarna (kiri); Sesepuh Sandi Murti I Gusti Ngurah Harta (kanan) (Dok Radar Bali)

Share this      

DENPASAR-Dianggap sering membuat gaduh dengan melontarkan pernyataan kontroversial di media social, Anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Arya Wedakarna alias AWK kembali dipolisikan.

Setelah sebelumnya AWK dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap ajudannya, pelecehan sulinggih, dan mengaburkan sejarah dengan mengaku diri sebagai raja Majapahit.

Kini, AWK kembali dipolisikan atas dugaan penistaan agama dengan menjelek-jelekkan pujaan orang Bali.

Seperti disampaikan Sesepuh Perguruan Sandi Murti I Gusti Ngurah Harta, Rabu (28/10).

Ditemui di kediamannya di Jalan Tukad Citarum Denpasar, Turah_sapaan I Gusti Ngurah Harta menegaskan jika munculnya protes yang ditujukan kepada Arya Wedakarna itu karena AWK berbicara diluar tugasnya sebagai anggota DPD RI.

"Videonya ada, dia menjelek-jelekan pujaan orang Bali. Kalau dia doktor dan pintar mestinya dia tidak bicara begitu. Dia ahli agama bukan? DPD itu jangan bicara agama. Dan harus banyak belajar dia. Dia kurang belajar dan tidak senang baca buku mungkin. Kalau dia minta maaf, dia harus minta maaf ke Nusa penida. Kami siap antarkan ke sana kalau dia mau," ujar Ngurah Harta.

Lebih lanjut, atas pernyataan AWK, Ngurah Harta pun menyatakan akan melaporkan AWK ke Polda Bali.

Bahkan selain melaporkan AWK dalam kasus baru, pihaknya juga akan kembali memohon kepada penyidik Polda Bali untuk menindaklanjuti sejumlah laporan terhadap AWK sebelumnya.

"Dan kami akan minta dan tuntut laporan dulu-dulu itu kenapa tidak diproses? Laporan penganiayana terhadap ajudannya? Pelechaan terhadap sulinggih? Dan mengaburkan sejarah dengan mengaku diri sebagai raja Majapahit? Termasuk soal penyataan dia (AWK) yang menyarankan anak-anak bebas seks dengan memakai kondom," tandas Ngurah Harta.

Selain itu, terkait aksi demo/protes di kantor DPD-RI Perwakilan Bali, Ngurah Harta juga menegaskan bahwa pihaknya akan kembali mendemo AWK

(rb/mar/pra/JPR)

 TOP