alexametrics
Sabtu, 16 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

NGERI! Tewas Dibacok, Usus Pria 38 Tahun Warga Kubutambahan Terburai

Aksi Pembunuhan Dipicu Dendam Lama

17 November 2020, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kasus pembunuhan, pria 38 tahun, tewas dibacok, warga kubutambahan, usus terburai, dendam lama, polsek kubutambahan

TKP PEMBUNUHAN: Polisi melakukan Olah TKP pembunuhan di Dusun Kubuanyar Desa Kubutambahan, Buleleng, disaksikan warga sekitar (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

KUBUTAMBAHAN – Pertengkaran berdarah terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan.

Seorang pria bernama Gede Mertayasa alias Tangkas, 38, warga Banjar Dinas Kubuanyar, tewas dibacok. Diduga Tangkas dibacok karena terlibat dendam lama dengan pelaku.

Aksi pembacokan itu terjadi pada pukul 18.00 sore kemarin. Korban ditemukan tewas di rumah pelaku Ketut Mudrayasa, 32, warga Banjar Dinas Kubuanyar.

Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi terlentang bersimbah darah di teras rumah pelaku.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, jenazah korban ditemukan oleh seorang pelajar berusia 15 tahun yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat itu saksi melihat seorang pria yang diduga kakak tersangka Ketut Mudrayasa menggeber sepeda motor di depan rumah korban.

Korban mendatangi rumah tersangka Mudrayasa. Tak lama kemudian saksi mendengar suara keributan. Begitu melihat ke lokasi kejadian, saksi sudah mendapati korban dalam kondisi terlentang bersimbah darah.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Buleleng, namun kondisinya tak dapat ditolong. Korban disebut mengalami luka parah di sekujur tubuh.

Diantaranya luka terbuka pada dada kanan, bahu kanan, pergelangan tangan kanan, serta bahu sebelah kiri. Korban juga mengalami luka terbuka pada dada kanan, hingga usus korban terburai.

Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Wisnaya mengatakan, diduga ada dendam lama antara keluarga korban dengan keluarga pelaku.

Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, diduga ada sebuah permasalahan tertentu. Sehingga korban mendatangi rumah tersangka.

“Informasinya, sebelum kejadian itu memang sudah ada masalah. Ini informasi yang disampaikan keluarga korban ya.

Karena ada masalah itu, akhirnya korban mendatangi rumah pelaku. Kemudian terjadi peristiwa penganiayaan hingga berujung kematian korban,” kata AKP Wisnaya saat ditemui di lokasi kejadian, Senin malam. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP