alexametrics
Jumat, 07 May 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Kota Denpasar Hidupkan Jalur Sepeda Sepanjang 25 Km

Terintegrasi dengan Trans Metro Dewata

26 November 2020, 06: 30: 59 WIB | editor : ali mustofa

kota denpasar, jalur sepeda, sepanjang 25 km, trans metro dewata, dishub denpasar

Ilustrasi jalur sepeda (dok.jawapos.com)

Share this      

DENPASAR – Jalur sepeda yang mati suri hidup kembali.  Pemerintah Kota Denpasar berusaha membangkitkan kegiatan bersepeda di tengah pandemi Covid-19 dengan membuka jalur sepeda sepanjang 25 km.

Jalur ini juga terintegrasi dengan jalur angkutan umum seperti angkutan Trans Metro Dewata. Menurut Kadis Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, dengan dibukanya

jalur sepeda yang juga terintegrasi dengan jalur angkutan Trans Metro Dewata ini diharapkan bisa membangkitkan aktivitas masyarakat yang belakangan ini banyak melaksanakan kegiatan bersepeda.

Baca juga: Tak Pakai Alat CRO, Pungutan Pajak Online Ditengarai Tidak Optimal

Apalagi saat ini car free day belum bisa dibuka karena pandemic. Menurut Ketut Sriawan, jalur sepeda sepanjang 25 kilometer ini baru proses tahap pertama.

Tahap kedua akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang. Adapun rute dari jalur tahap pertama ini dari Gedung Dharma Negara Alaya, menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Maruti, Jalan Sutomo, lalu menuju Jalan Gajah Mada.

Di Jalan Gajah Mada ini juga terdapat tempat pemberhentian Bus Trans Metro Dewata, yang mana bus ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pesepeda.

Untuk rute ke arah timur melalui Jalan Kapten Agung, Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Moh Yamin, Jalan Raya Puputan, menuju Jalan Hang Tuah lalu sampai di Pantai Sanur.

Selanjutnya untuk rute arah balik melalui Jalan Hang Tuah, Jalan Raya Puputan, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, dan Jalan Setiabudi lalu balik ke Gedung Dharma Negara Alaya.

“Selain di Jalan Gajah Mada, untuk pemberhentian bus Trans Metro Dewata juga ada di Terminal Ubung, ujar Ketut Sriawan.

“Kami berharap OPD terkait lainnya juga mendukung dengan dibukanya jalur sepeda yang terintegrasi dengan jalur angkutan umum ini agar dapat memberi ruang bagi masyarakat

yang ingin melakukan kegiatan bersepeda, selain untuk mengurangi polusi udara kegiatan ini juga dapat menambah imun tubuh dalam situasi pandemi seperti sekarang ini,” pungkas Ketut Sriawan. 

(rb/feb/mus/JPR)

 TOP