alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Tipu Warga Rp 350 Juta, Janjikan Jadi CPNS, Oknum Polisi Ditangkap

Berkomplot dengan Residivis Saat Beraksi

27 November 2020, 18: 30: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

oknum polisi, tipu warga, penipuan CPNS, berkomplot dengan residivis, Polsek Celukan Bawang, Polres Buleleng, Mabes Polri,

Dua Tersangka penipuan, I Wayan Putra Yasa (kanan) dan Made Muliasa (kiri) saat press rilis di Mapolres Buleleng, Jumat (27/11) (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA– Nama korp baju coklat kembali tercoreng akibat ulah oknum.

Kali ini, seorang oknum anggota Polri, I Wayan Putra Yasa, 48, diamankan di Mapolres Buleleng.

Anggota yang berdinas di Polsek Celukan Bawang itu ditangkap setelah terlibat dalam jaringan penipu dengan modus menjanjikan posisi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Selain mengamankan Putra Yasa, polisi juga mengamankan pelaku lainnya yakni Made Muliasa, 60.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, terungkapnya kasus dugaan penipuan CPNS yang dilakukan oknum anggota Polri ini berawal dari adanya laporan korban Ketut Rentika, 53, warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar.

Peristiwa penipuan tersebut sebenarnya telah terjadi pada tahun 2013 lalu. Namun baru dilaporkan pada pihak kepolisian pada 29 September 2020 lalu.

Peristiwa bermula saat pelaku Putra Yasa mengenal korban Rentika.

Saat itu, Putra Yasa yang berasal dari Desa Sangsit, mengaku memiliki rekan yang bisa meloloskan keluarga korban sebagai CPNS.

Mendengar pengakuan Putra Yasa, korban pun percaya dan termakan dengan bujuk rayu tersangka.

Sehingga korban menyetorkan uang sebanyak Rp 350 juta. Uang itu diserahkan secara bertahap sejak September 2013 hingga Agustus 2016.

Setelah tiga tahun berlalu, ternyata keluarga korban tak kunjung berhasil lolos sebagai CPNS. Korban pun sudah berupaya menempuh cara kekeluargaan.

Berharap uang yang telah diserahkan dapat dikembalikan. Namun uang tersebut tak kunjung kembali. Sehingga korban memilih mengadukan masalah itu ke Mapolres Buleleng.

Selanjutnya, dari laporan korban, polisi langsung melakukan penyelidikan. Ternyata, dari hasil penyelidikan, tersangka Putra Yasa beraksi tidak sendirian.

Tersangka bekerjasama dengan Made Muliasa, warga Desa Kalibukbuk. Uniknya Muliasa ternyata residivis kasus penipuan serupa pada tahun 2008 lalu. Saat itu Muliasa divonis 8 bulan penjara.

“Jadi tersangka WP (Wayan Putra Yasa) ini bekerjasama dengan tersangka MM. Nah tersangka MM ini yang membawa contoh berupa SK dari pihak tertentu.

SK itu digunakan untuk meyakinkan korban, bahwa kedua tersangka ini memang bisa membantu mencari CPNS. Tersangka MM ini resdivis kasus serupa,” kata Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, Jumat (27/11).

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP