alexametrics
Sabtu, 16 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Pembunuhan di Kubutambahan

Terungkap! Sebelum Dibacok Hingga Tewas, Korban dan Pelaku Sempat Duel

27 November 2020, 20: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

kasus pembunuhan, tewas dibacok, Polres Buleleng, usus terburai, warga kubutambahan, dendam lama, terlibat duel, fakta baru,

Barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk melakukan pembunuhan (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA– Masih ingat dengan kasus pembunuhan yang terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan pada Senin (16/11) pekan lalu?

Polisi akhirnya mengungkap fakta baru terkait kasus tersebut.

Polisi menyebut korban Gede Mertayasa alias Tangkas, 38, sempat terlibat duel alias baku hantam dengan tersangka Ketut Mudrayasa alias Anton, 32.

Aksi baku hantam itu berujung pada peristiwa pembacokan yang menyebabkan korban Tangkas meregang nyawa.

Fakta itu diungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, pagi kemarin (27/11). Vicky menyebut dari hasil penyelidikan dan fakta-fakta di lapangan, Antok merupakan tersangka tunggal.

Peristiwa berawal saat tersangka sedang membuat pancing di belakang rumahnya. Ketika itu tersangka juga sedang mengonsumsi minuman beralkhol. Tiba-tiba datang korban yang berbicara dengan nada tinggi. Keduanya pun sempat terlibat perkelahian.

“Memang sempat terjadi perkelahian. Tersangka terdesak karena badan korban ini lebih besar. Akhirnya tersangka mengambil senjata tajam dan selanjutnya membabi buta membacok korban,” kata Vicky.

Lebih lanjut Vicky mengatakan antara tersangka dan korban memang sudah memiliki dendam. Masalah dipicu rasa sentimen dengan tetangga. Terkadang korban yang membuat masalah, lain waktu tersangka yang membuat masalah.

“Hari H itu puncaknya. Korban mendatangi tersangka. Menurut tersangka sih sempat disinggung soal masalah adik tersangka. Mungkin karena kondisi tersangka dalam kondisi terpengaruh alkohol, perkataan korban tidak terlalu didengar, akhirnya terjadi masalah,” imbuh Vicky.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertengkaran berdarah terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan pada Senin (16/11) sore lalu.

Seorang pria bernama Gede Mertayasa alias Tangkas, 38, tewas dibacok oleh Ketut Mudrayasa, 32. Keduanya sebenarnya tinggal berdekatan.

Diduga aksi tersebut dipicu dendam lama antara antara keluarga tersangka dengan keluarga korban.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP