alexametrics
Minggu, 17 Jan 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Dewan Buleleng Desak Penyediaan Internet Gratis Hingga ke Dusun-dusun

29 November 2020, 06: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

internet gratis, dewan buleleng, penyediaan internet, dusun - dusun

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

SINGARAJA – DPRD Buleleng mendesak pemerintah memperluas cakupan layanan internet gratis di masyarakat.

Saat ini layanan internet masih terfokus pada fasilitas publik serta desa-desa adat. Dewan ingin agar cakupan layanan internet bisa semakin luas, bahkan hingga ke tingkat banjar.

Ketua Komisi I DPRD Buleleng Gede Odhy Busana mengatakan, internet kini sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat.

Terlebih dalam kondisi pandemi ini. Masyarakat yang memiliki anak usia sekolah, membutuhkan biaya membeli paket internet. Biaya tersebut tak dapat dibilang murah.

Menurut Odhy, pemerintah semestinya bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat ini. Setidaknya menyediakan akses internet yang murah dan bisa dijangkau oleh masyarakat.

“Saya menerima laporan di daerah-daerah tertentu, internet itu sama sekali tidak bisa digunakan. Ini kan memengaruhi siswa juga,” kata Odhy.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, bantuan akses internet yang diberikan oleh Pemprov Bali dianggap belum memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebab akses internet hanya terpasang pada fasilitas di tingkat desa adat, puskesmas, serta objek wisata.

“Kami ingin ini bisa diperluas. Kalau hanya satu titik, misalnya di wantilan desa adat, kalau ada banyak yang menggunakan, kecepatannya akan turun juga.

Kalau bisa Pemkab menambah titik internet gratis ini sampai di banjar-banjar. Ini kan bisa dikolaborasikan antara pemerintah kabupaten, desa dinas yang punya dana desa, dan desa adat yang punya BKK,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng I Ketut Suweca tak menampik kondisi tersebut.

Suweca mengakui bahwa internet sudah jadi kebutuhan warga. Utamanya pada masa pandemi ini.

Dengan kondisi geografis Buleleng, Suweca menyebut ada beberapa daerah yang masuk dalam blank spot area.

Artinya tak ada provider internet yang bisa menyediakan akses layanan di wilayah itu. “Kami sedang melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang blank spot itu.

Kalau tidak bisa pakai jaringan nirkabel, kami akan upayakan dengan provider yang bisa menyediakan layanan internet kabel optik.

Sehingga layanan ini bisa dirasakan. Terutama kan bagi siswa-siswa yang sedang melakukan pembelajaran daring,” ujar Suweca.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP