alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Ratusan Komik hingga Novel Jadi Koleksi di Rumah Baca Dewarra Tabanan

30 November 2020, 11: 46: 11 WIB | editor : ali mustofa

Pencetus Rumah Baca dan Kreativitas Dewarra I Gusti Bagus Arya Candra Palasara saat memperlihat beberapa koleksi buku di rumah baca.  

Pencetus Rumah Baca dan Kreativitas Dewarra I Gusti Bagus Arya Candra Palasara saat memperlihat beberapa koleksi buku di rumah baca.   (JULIADI/ RADAR BALI)

Share this      

TABANAN – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan ide dan kreativitas. Pemilik Dewarra Sport Center Tabanan membuat sebuah rumah baca dan kreativitas. Rumah baca dibuat untuk mendorong minat baca anak di Tabanan dan memberikan pendampingan belajar di tengah pandemi.

Rumah baca dan kreativitas Dewarra ini berada di kawasan Perumahan Sanggulan, persisnya masuk Banjar Jadi Pisah, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Ketika radarbali.id bertandang Minggu (29/11), ratusan buku beragam koleksi tampak tersusun rapi di sebuah ruangan berukuran 2x2 meter.  Rumah baca dan kreativitas tersebut telah resmi dibuka.

I Gusti Bagus Arya Candra Palasara mengaku ide membuat sebuah wadah literasi atau rumah baca dan kreativitas dewarra ini bermula saat ia kembali bertemu dengan teman lawasnya saat masa kuliah di Jawa yang bernama Gusti Ayu Rella Mart Diana Dewi.

Dari perbincangan keduannya, menyinggung soal cita-cita Della yang ingin sekali memiliki sebuah rumah baca di kampung halamannya, Tabanan.

Sebab temannya tersebut memang memiliki hobi membaca, menulis, serta memiliki koleksi buku yang begitu banyak di Surabaya. Kemudian, temannya tersebut juga ingin berkontribusi dalam gerakan literasi untuk tanah asalnya ini. Saat itulah, keduanya kemudian mengkonsep membuat rumah baca.

“Saya menyediakan tempat (ruangan) atau wadahnya. Kemudian untuk literasinya atau koleksi buku serta programnya disediakan oleh teman akrab saya, Rella. Total, saat ini sudah tersedia 800 buku terdiri dari novel, cerita, komik, umum, pariwisata dan lainnya dari rumah baca yang baru saya resmikan ini,” beber pria yang juga Owner Dewarra Sport Center Tabanan ini.

Dia melanjutkan, selain alasan tersebut rumah baca ini juga bertujuan untuk mengembangkan literasi di Tabanan dan meningkatkan minat baca masyarakat Tabanan umumnya. Terlebih lagi saat ini, minat baca masyarakat sudah mulai berkurang, terutama anak-anak lebih banyak bermain telepon pintar.

Sehingga keberlanjutan rumah baca ini pihaknya akan melibatkan anak-anak untuk melakukan kegiatan seperti menggambar dengan harapan bisa mendorong untuk menumbuhkan minat baca. Sekaligus memberikan pendampingan belajar di tengah pandemi Covid-19.

"Apalagi sekarang kita lihat anak-anak sudah mulai berkurang minat bacanya karena lebih intens dengan gadget. Sehingga dengan beberapa faktor tersebut dan kebetulan saya punya tempat yang bisa digunakan, akhirnya kami sepakat membangun rumah baca ini," tutur pria yang juga pentolan bikers di Tabanan ini.

Untuk ke depannya, agar rumah baca tak sekadar dibangun saja, juga sudah dibuatkan sejumlah program seperti kegiatan bulanan, tiga bulan, atau tahunan nantinya. Misalnya, dalam sebulan akan digelar kegiatan seperti lomba menggambar, menulis serta membaca dan lainnya. Kemudian, program bulan nanti akan dilakukan seperti menonton film dokumenter, kajian buku, serta lainnya.

Rumah baca ini juga sangat terbuka untuk umum. Setiap harinya selalu buka di sejak pukul 10.00 hingga 22.00 Wita. Dalam kesehariannya nantinya akan ada relawan yang siap menemani para masyarakat yang ingin berkunjung dalam hal ini membaca di Rumah Baca dan Kreativitas Dewarra ini. Hanya saja tidak meminjamkan buku keluar untuk sementara, hanya bisa dibaca di tempat saja.

"Setiap bulan nanti kita agendakan kegiatan. Misalnya dalam kegiatan anak-anak, kuta akan awali dengan kegiatan yang memiliki minat untuk datang namun dengan tujuan utama tetap mendorong anak-anak agar nantinya suka membaca," jelasnya.

Tugus Arya ini juga menegaskan, untuk mendukung pengembangan literasi lewat Rumah Baca ini akan menyumbangkan 5 persen penghasilan dari penjualan makanan dan minuman dari Cafetaria Dewarra.

"Yang jelas kami tidak ada profit oriented. 5 persen dari hasil penjualan di cafetaria akan disubsidikan ke rumah baca tersebut," jelasnya.

Dia berharap, dengan dibukanya rumah baca ini nantinya bisa lebih mengembangkan atau melestarikan literasi di Tabanan. Kedepannya diharapkan dengan wadah kreatifitas ini nantinya akan bisa menumbuhkan minat baca masyarakat Tabanan bahkan Bali.

"Saat ini kita masih sangat sederhana, literasi dikenal dulu, merasa nyaman, nanti ide kreatif juga pasti akan muncul. Harap saya akan semakin berkembang dan bisa menjadi salah satu tempat literasi untuk masyarakat Tabanan,” pungkasnya.

(rb/jul/yor/mus/JPR)

 TOP