alexametrics
Sabtu, 23 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

[Ironis] Berdalih untuk Biaya Hidup, Remaja Nekat Curi Belasan Aki

30 November 2020, 18: 57: 44 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pencurian, remaja ditangkap, Polsek Nusa Penida, Polres Klungkung, pencurian aki, accu,  hidup ironis,

Tersangka I Wayan AMA, 17, bersama belasan barang bukti aki hasil curian usai diamankan polisi (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA – Berdalih demi memenuhi biaya hidup sehari-hari, seorang remaja berinisial I Wayan AMA, 17 asal Kecamatan Nusa Penida nekat mencuri akumulator atau aki alat berat di tiga TKP berbeda di wilayah Kecamatan Nusa Penida.

Kapolsek Nusa Penida Kompol. I Gede Sukadana, Senin (30/11) saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu.

Diungkapkannya, pelaku yang diketahui sebagai seorang pelajar itu baru pertama kali melakukan aksi pencurian. Meski begitu, pelaku berhasil mencuri belasan aki di tiga TKP berbeda.

“Ini baru pertama kali pelaku melakukan pencurian,” ujarnya.

Untuk TKP pertama, pelaku melakukan aksinya di Desa Ped dan akhirnya diketahui pada Kamis (12/11) sekitar pukul 14.30.

Adapun di TKP tersebut pelaku berhasil mencuri 8 buah aki alat berat dengan total kerugian yang dialami korbannya mencapai Rp 12 juta.

Kemudian di TKP kedua berada di Jalan Raya Sental, Desa Ped, pelaku berhasil mencuri dua aki alat berat sehingga korbannya mengalami kerugian Rp 1,5 juta Aksi itu diketahui Sabtu (14/11) sekitar pukul 15.00.

Sedangkan TKP ketiga di Desa Tanglad, pelaku berhasil mencuri sebanyak 4 aki dan sebuah dinamo kompayer  sehingga korbannya mengalami kerugian sekitar.

 Aksi tersebut diketahui Selasa (17/11) sekitar pukul 07.30. “Akhirnya pada Rabu (25/11), pelaku berhasil kami amankan. Pelaku mencuri aki dari alat berat yang terpakir di tempat sepi, serta pelaku mengambil aki mempergunakan kunci inggris,” katanya.

Menurutnya, pelaku berencana menjual aki alat berat yang berhasil dicuri itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia tidak tahu pasti kenapa remaja itu nekat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara mencuri.

Namun diungkapkannya karena wabah virus korona, kondisi ekonomi orang tua pelaku yang seorang buruh terkena dampak.

“Saya tidak tahu pasti apakah kondisi ekonomi orang tuanya menyebabkan pelaku nekat mencuri. Orang tuanya sampai nangis-nangis melihat anaknya. Pelaku kami jerat dengan Pasal 363 KHUP,” tukasnya.

(rb/ayu/pra/JPR)

 TOP