alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbali
Home > Travelling
icon featured
Travelling

20 Travel Agen Bawa 1.000 Tamu Batal Kunjungan Ke Ulun Danu Beratan

18 Desember 2020, 08: 03: 55 WIB | editor : ali mustofa

travel agen, 1000 turis domestik, batalkan kunjungan, ulun danu beratan, kebijakan koster, gubernur koster

Ulun Danu Beratan merasakan dampak kebijakan terbitnya SE Gubernur No.2021 Tahun 2020 yang dikeluarkan Wayan Koster (dok.radarbali)

Share this      

TABANAN – Kebijakan Gubenur Bali I Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran No.2021 Tahun 2020 berbuntut panjang.

Setelah ribuan wisatawan membatalkan boking hotel di Badung, Gianyar, dan Karangasem, para wisatawan domestic yang berniat liburan dan menginap di Tabanan, melakukan hal serupa.

Manager DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika mengaku sudah ada sebanyak 20 travel agent resmi melakukan pembatalan kunjungan libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) ke obyek wisata di Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan.

Pembatalan kunjungan menyusul adanya persyaratan ketat oleh Pemerintah Provinsi Bali sejak 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021

mewajibkan melampirkan hasil negatif swab PCR atau hasil antigen ketika akan masuk Bali lewat darat, laut, maupun udara.

“20 travel agent tersebut berasal dari Malang, Surabaya, dan Bandung yang cancel kunjungan ke Ulun Danu. Padahal mereka sudah memesan tiket kunjungan sebulan lalu.

Mereka mulai batalkan kunjungan sejak kemarin (Rabu), awalnya ada yang ingin makan, ingin berlibur tetapi tidak jadi," akunya.

Menurutnya, dari 20 travel agent itu diperkirakan sekitar 1.000 orang yang membatalkan kunjungan. Wisatawan yang membatalkan kunjungan rencana berlibur tanggal 26 – 31 Desember.

Bahkan, sudah diatur jadwal kunjungan secara bertahap agar tak sampai wisatawan berkerumun. Tentu kondisi ini membuat sedikit kecewa lantaran untuk menyambut Nataru Ulun Danu Beratan sudah melakukan sejumlah persiapan proses yang ketat.

Bahkan sejumlah tempat cuci tangan sudah ditambah beberapa unit. Termasuk alat pengukur suhu tubuh.

Mustika menyebut kebijakan yang dibuat ini terlalu grasa grusu harusnya dikaji terlebih dahulu dan dipantau di lapangan.

"Jadi, kami sangat menyayangkan kebijakan ini dan memberatkan pelaku pariwisata, tentu kunjungan akhir tahun ini tidak signifikan di tengah kondisi pandemi Covid-19," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkap Manager DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana mengatakan, SE Gubenur Bali secara langsung juga membuat dampak kunjungan terhadap langsung ke DTW Tanah Lot.

Dan ini tentu akan mempengaruhi jumlah kunjungan akhir tahun di  Tanah Lot yang biasanya ramai. Karena selama pandemi Covid-19 dominan kunjungan dari wisatawan domestik. 

"Kami belum terima informasi pembatalan. Namun, secara langsung pasti ada yang akan membatalkan," singkatnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP