alexametrics
Jumat, 07 May 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tembak Maling Spesialis Pembobol Warung dan Toko Sembako

Gaga-Gara Coba Kabur Saat Ditangkap

01 Januari 2021, 22: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

maling ditembak, spesialis pembobol toko, bobol toko sembaku, coba kabur, polres buleleng,

Tersangka Made Yasa alias Dek Apel usai diamankan di Mapolres Buleleng (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA- Sempat bikin resah warga, Made Yasa alias Dek Apel, 35, maling spesialis pembobol warung dan toko sembako di wilayah Buleleng akhirnya dibekuk polisi.

Warga Lingkungan Ketewel, Kelurahan Penarukan ini ditangkap di dekat rumahnya pada Selasa (29/12) dini hari lalu.

Tak hanya ditangkap, pelaku juga terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kaki kanannya karena berusaha kabur saat hendak diamankan polisi.

Baca juga: Giri Prasta Komitmen Dukung Keberadaan Sulinggih dan Kelestarian Griya

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, penangkapan maling spesialis bobol warung dan toko sembako, ini berawal dari aksi pembobolan warung yang terjadi di toko milik Putu Jaya, warga Kelurahan Banyuning.

Toko korban yang terletak di Jalan DR. Sutomo, Kelurahan Banjar Bali, dibobol orang tak dikenal pada Jumat (25/12) lalu.

Atas kejadian itu, korban langsung melaporkan ke Mapolres Buleleng.

Selanjutnya, usai mendapat laporan dari korban, polisi langsung melakukan olah TKP. Termasuk mengecek rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara.

Hasilnya polisi mendapati petunjuk yang mengarah pada tersangka Dek Apel. Setelah melakukan pengintaian selama beberapa lama, polisi akhirnya menangkap tersangka di dekat rumahnya pada Selasa dini hari.

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto mengungkapkan, tersangka merupakan maling spesialis sembako.

Dikatakan, saat membobol toko di Jalan DR. Sutomo, tersangka mencuri sebuah tabung elpiji, satu kantong beras seberat 5 kilogram, satu set alat pengukur gula darah, 11 buah cincin batu akik, serta 75 bungkus rokok.

“Setelah kami interogasi, tersangka mengaku melakukan aksi pencurian di tiga tempat lain. Yakni di Jalan Pramuka, Jalan Pulau Komodo, dan Jalan WR. Supratman. Rata-rata barang yang dicuri sama. Tabung gas elpiji, rokok, dan beras,” jelas Vicky.

Akibat perbuatannya, kata AKP Vicky, selain mendekam di sel tahanan Mapolres Buleleng. Tersangka juga dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. 

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP