alexametrics
Senin, 25 Jan 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Terumbu Karang Mobil VW Hingga Roti Buaya Akhirnya Tuntas Tertanam

Setelah Sempat Terkendala Cuaca

02 Januari 2021, 08: 01: 37 WIB | editor : ali mustofa

terumbu karang, mobil vw, roti buaya, tuntas tertanam, yayasan lini, terkendala cuaca

Proses penanaman struktur terumbu karang di Desa Bondalem, Tejakula, Buleleng. (Yayasan LINI for Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Sempat tertunda karena masalah cuaca, proses penurunan struktur terumbu karang dan penanaman terumbu karang di Kabupaten  Buleleng akhirnya bisa selesai tepat waktu.

Tak tanggung-tanggung, areal luas tanam terumbu karang kini mencapai 7 hektare. Kondisi itu diharapkan bisa memulihkan kondisi ekosistem bawah laut di pesisir utara Buleleng dalam jangka panjang.

Hingga batas akhir pelaksanaan program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) pada Rabu (30/12) lalu, sudah ada 13.767 struktur terumbu karang yang diturunkan.

Struktur yang diturunkan pun beragam. Ada yang berbentuk roti buaya, hexadome, fish dome, fragmen cerita rakyat, hingga berbentuk mobil VW. Struktur itu sudah dikerjakan sejak awal November lalu.

Direktur Yayasan LINI, Gayatri menungkapkan, ICRG merupakan program restorasi terumbu karang yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Program itu dikerjakan dengan skema padat karya tunai. Program itu diharapkan dapat membantu proses pemulihan ekonomi, terutama bagi warga yang ekonomi terdampak pandemi.

Gayatri mengungkapkan, pada awal Desember lalu sempat muncul rasa was-was, khawatir program itu tak bisa selesai tepat waktu.

Sebab saat itu proses penurunan struktur terumbu karang terganggu dengan gelombang tinggi dan arus bawah laut.

“Ada 250 orang yang terlibat dalam proses penurunan struktur dan penurunan terumbu karang. Kami bersyukur berkat kekompakan dan kerja keras semua pihak, seluruh proses bisa selesai tepat waktu,” kata Gayatri kepada Jawa Pos Radar Bali.

Sementara itu salah seorang penyelam, Kadek Ada Maja berharap bakal taman laut ini memberi dapat manfaat pada nelayan dan warga desa nantinya.

“Wisata bawah laut merupakan potensi besar untuk dikelola terlebih di desa sudah mulai menata tata ruang laut untuk perlindungan,” ungkap pria yang terlibat dalam Pokmaswas Bahari Prawara Desa Bondalem.

Menurutnya dalam program ICRG, Warga Bondalem membuat beragam struktur patung yang telah diturunkan di bawah laut menyerupai taman di daratan

dengan pintu gerbang khas Bali, patung sejarah desa, patung sekaa gamelan yang mengenakan masker, dan desain unik lainnya.

Asal tahu saja program ICRG Buleleng, dipusatkan di 6 desa. Yakni Desa Les, Bondalem, Pacung, Baktiseraga, Tukadmungga, dan Kaliasem.

Sebanyak 16 ribu fragmen terumbu karang telah berhasil ditanam. Terumbu karang itu akan terus diawasi dan dipelihara, sehingga benar-benar tumbuh dan memberi manfaat bagi warga setempat. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP