alexametrics
Jumat, 23 Apr 2021
radarbali
Home > Radar Buleleng
icon featured
Radar Buleleng

Diskes Buleleng Kejar Target 60 Desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan

09 Januari 2021, 23: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Bebas BAB sembarangan, buang air besar, Diskes Buleleng, Pemkab Buleleng, Kota sehat, deklarasikan ODF, Open Defecation Free,

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Diskes Buleleng, Gede Suratanaya (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA– Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng mengejar target agar 60 desa di Kabupaten Buleleng sudah mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari kegiatan buang air besar sembarangan.

Target itu diharapkan bisa mendongkrak posisi Buleleng sebagai kabupaten/kota sehat di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Diskes Buleleng, Gede Suratanaya, Sabtu (9/1) mengatakan, hingga akhir tahun 2020 lalu tercatat ada 25 desa yang telah mendeklarasikan diri sebagai desa ODF.

Baca juga: Jadi Sampah Visual, Baliho Parpol Ikut Diberangus di Gianyar

Deklarasi itu tak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada verifikasi terhadap indikator-indikator ODF. Verifikasi itu dilakukan secara acak dengan cara mendatangi sedikitnya 100 rumah di wilayah tersebut.

Suratanaya menjelaskan, desa yang hendak mendeklarasikan diri sebagai desa ODF tak harus menyediakan jamban di seluruh rumah.

Desa sebaiknya mendekatkan akses sanitasi warga. Berdasarkan rasio kesehatan, sebuah jamban dapat digunakan oleh 25 orang.

“Kita di Bali ini kan ada yang tinggal dalam pekarangan besar, ada beberapa rumah tinggal. ODF Itu bukan berarti di tiap rumah tinggal harus ada jamban tersendiri. Setidaknya ada jamban yang bisa digunakan bersama, dengan rasio yang ideal,” jelas Suratanaya.

Selain itu desa juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan jamban komunal. Program jamban komunal itu dapat diakses melalui pembiayaan program infrastruktur dalam APBDes, maupun lewat program di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng.

Lebih lanjut Suratanaya mengatakan, desa-desa yang telah mendeklarasikan diri sebagai desa ODF, biasanya memiliki kondisi lingkungan yang lebih sehat.

Desa-desa itu akan mengalami penurunan kasus penyakit menular yang menyerang saluran pencernaan. Seperti diare, muntaber, serta disentri. Hal itu juga akan berpengaruh pada menurunnya peluang stunting di tingkat desa.

Pada tahun 2021 ini, Suratanaya menyatakan DInkes Buleleng menargetkan ada 60 desa yang melakukan deklarasi ODF. Upaya ini terbilang ambisius. Karena proses verifikasi seluruh persyaratan harus dituntaskan dalam kurun waktu 6 bulan mendatang.

“Mudah-mudahan bisa tuntas. Memang targetnya cukup tinggi. Tapi kami sudah rancang strategi dengan melibatkan kader-kader penggerak dan posyandu, agar target ini bisa tercapai,” tukasnya.

(rb/eps/pra/JPR)

 TOP