alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

OMG! Adu Jangkrik dengan Bocah 16 Tahun, Pemuda Denpasar Tewas di TKP

11 Januari 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

laka maut, adu jangkrik, bocah 16 tahun, pemuda denpasar, tewas di tkp, polresta denpasar

Tim BPBD Kota Denpasar mengevakuasi korban kecelakaan di persimpangan Mahendratta - Gunung Soputan, Denpasar (Istimewa)

Share this      

DENPASAR - Persimpangan Jalan Mahendradatta - Gunung Soputan kembali makan korban jiwa setelah terjadi adu jangkrik sesama pengendara sepeda motor.

Akibat insiden ini, seorang pemuda bernama I Kadek Agus AS, 22, tewas ditempat usai terlibat tabrakan dengan seorang bocah berinisial BP, 16, Minggu (10/1) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.

Sementara kondisi bocah BP tidak begitu parah, hanya mengalami cedera luka robek di kepala. Diduga Agus kurang hati-hati dalam berkendara.

Kanitlaka Polresta Denpasar Iptu Tiviasihmengatakan, kecelakaan lalu lintas itu merenggut nyawa pengendara sepeda motor bernama I Kadek Agus AS, 22.

Dari hasil pengembangan, baik olah TKP maupun keterangan sejumlah saksi, pemuda yang beralamat di Jalan Antasura, Denpasar Utara, itu mengendarai motor DK 4241 AKK datang dari arah utara.

Memasuki persimpangan Jalan Mahendradatta - Gunung Soputan, Denpasar, mendadak kendaraannya oleng ke kanan hingga mengambil jalur ke arah berlawanan.

Saat bersamaan, jelas  Iptu Tiviasih, dari arah berlawanan melaju sepeda motor DK 3771 FBM yang dikendarai seorang remaja berinsial BP, 16.

"Lantaran laju motor korban sangat kencang, setirnya oleng lalu mengambil jalur si bocah sehingga terjadi kecelakan itu. Tabrakan adu jangkrik tak bisa dihindari hingga mengakibatkan kedua pengendara terpental ke aspal," kata Iptu Tiviasih.

Akibat kecelakan tersebut, I Kadek Agus AS mengalami cedera kepala berat dan meninggal di TKP. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUP Sanglah.

Sedangkan BP mengalami luka robek di kepala dan masih dalam perawatan di rumah sakit. "Sang bocah masih menjalani perawatan di rumah sakit," ungkapnya.

Kuat dugaan, tabrakan dipicu karena pengendara melebihi batas kecepatan sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

"Dugaan sementara pengendara motor kurang berhati-hati sehingga terjadi adu jangkrik," tegasnya sembari mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan umum agar selalu berhati-hati saat berkendara. 

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP