alexametrics
Kamis, 25 Feb 2021
radarbali
Home > Features
icon featured
Features
Kisah Nelayan Karangasem Terdampar ke Lombok

Jarak Pandang Terbatas Karena Hujan, 9 Jam Terombang-ambing di Laut

19 Januari 2021, 07: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

nelayan karangasem, terdampar di lombok, lombok utara, made latra, jarak pandang terbatas, hujan lebat, 9 jam, laut lepas, basarnas karangasem

SELAMAT : I Gede Latra, nelayan asal Banjar Lean, Desa Bunutan Kecamatan Abang saat ditampung di rumah Kadus Sira, Desa Sigar Penjalin, Lombok Utara setelah terbawa arus saat melaut akibat cuaca buruk (Istimewa)

Share this      

Nasib baik masih menaungi I Gede Latra. Nelayan 55 tahun asal Banjar Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem ini ditemukan selamat setelah terdampar di wilayah Lombok Utara,

Nusa Tenggara Barat (NTB) Senin (18/1) kemarin tepatnya di Dusun Sira, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung. Seperti apa?

 

ZULFIKA RAHMAN, Abang

LEMAH, letih dan lesu. Itulah yang tampak pada wajah I Gede Latra, 55, saat ditemukan terdampar di Dusun Sira, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Latra pun ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga setempat setelah sempat perahunya terombang ambing di laut akibat cuaca buruk.

Menurut Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Widnyana, berdasar informasi yang ia terima,

kejadian berawal ketika Latra melakukan aktivitas melaut untuk mencari ikan bersama dua rekannya I Komang Ariawan, 29 dan I Gede Susena, 30, Minggu (17/1) lalu.

Sekitar pukul 13.30 siang hari dengan menaiki masing-masing perahu berangkat mencari ikan di tengah laut. Kemudian sekitar pukul 17.30 sore hari, kedua rekannya ini memutuskan pulang.

Sementara korban yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini belum balik. “Ditunggu sama dua rekannya ini. Sampai jam 10 malam.

Karena tak kunjung balik, akhirnya keduanya memutuskan untuk melakukan pencarian dengan menggunakan perahu,” ujar Eka Widnyana.

Karena kondisi semakin gelap, terlebih kondisi cuaca juga kurang bersahabat, keduanya memutuskan untuk kembali ke darat. Hingga pukul 06.00 Senin pagi korban belum juga ditemukan.

“Akhirnya dilaporkan ke bhabinkamtibmas. Kami juga mendapat laporan dan kami langsung menerjunkan personel untuk melakukan

pencarian menyisir Pantai Melasti Amed sampai ke tengah laut. Kami lakukan pencarian selama dua jam," kata Ngurah Eka Widnyana. 

Pihak keluarga dan warga setempat juga sempat melakukan pencarian namun korban tidak kunjung ditemukan.

Hingga akhirnya beredar informasi bahwa Latra terdampar di kawasan pesisi pantai Lombok Utara. Terdamparnya Latra ini pun sempat viral di beberapa grup facebook.

Berdasar pesan berantai yang dibagikan warganet akhirnya pihak keluarga menghubungi Kepala Dusun Sira di Lombok Utara yang pertama kali menyampaikan keberadaan dan kondisi Latra lewat facebook.

“Kondisinya selamat. Pihak keluarga juga sudah menjemput korban,” imbuh Eka Widnyana. Dia menjelaskan, korban bisa terdampar hingga ke Lombok Utara, akibat cuaca yang tidak bagus di tengah laut, ditambah  cuaca saat itu hujan deras.

Informasi yang diperoleh, saat mencari ikan di seputaran Gili Terawangan kondisi di tengah laut kabut sehingga mengakibatkan jarak pandang terbatas.

Dengan kondisi itulah, korban memutuskan untuk berusaha menepi mencari daratan untuk menyelematkan diri.

“Korban melihat lampu di pinggir dan merapat ke pantai Sire Lombok Utara. Korban berlindung di rumah salah satu warga setempat. Dan akhirnya, korban di bawa ke rumah Kadus Sire Selatan.

Pak Latra ini sembilan jam terombang-ambing di tengah laut sebelum menepi ke pesisir. Korban telah dijemput oleh anaknya menggunakan perahu,” tandasnya. (*)

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP