alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Pembunuhan Sadis WNA Asal Slovakia

Selain Asmara, Ini Motif Lain Pelaku Tega Gorok Leher Korban di Sanur

20 Januari 2021, 22: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pembunuhan, wanita slovakia dibunuh, WN Slovakia tewas, tewas dibunuh, Polsek Densel, polresta denpasar, Polda Bali, asmara, pria papua,

Terduga pelaku berinisial LP (kiri); jasad korban Andriana Simeonova saat ditemukan di TKP (kanan) (Istimewa)

Share this      

DENPASAR-Warga Jalan Pengiasan III, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Selasa (19/1), dihebohkan dengan kasus pembunuhan seorang wanita bernama Andriana Simeonova, 29.

Korban yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Slovakia, ini ditemukan tewas terbunuh di villa tempat korban menginap tepatnya di Jalan Pengiasan III No.88 Sanur Kauh, pada Rabu (20/1) sekitar pukul 08.00 WITA.

Diduga kuat, korban dibunuh mantan kekasihnya,berinisial LP, 30, asal Sorong, Kepulauan Raja Ampat, Papua, pada Selasa (19/1) atau sehari sebelum jasad korban ditemukan.

Dugaan kuat itu setelah tim gabungan dari Resmob Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polsek Densel menangkap LP di tempat kerjanya di salah satu Perusahaan Jasa Water Sport di Tajung Benoa, Rabu (20/1) sekitar pukul 10.30 WITA atau 2,5 jam usai penemuan jenazah korban.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dari hasil pemeriksaan dan interogasi sementara terhadap pelaku, kuat dugaan bahwa pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena motif sakit hati.

"Ya pelaku ini sakit hati. Pelaku sudah mempersiapkan pisau untuk jaga diri di saat ada perlawanan dari korban, karena antara korban dan pelaku sudah sering terlibat keributan. Bahkan dia sudah diputusin," ujar sumber kepoilisian.

Bahkan masih kata sumber, sebelum membunuh korban karena diduga sakit hati karena asmaranya kandas, pada Selasa (18/1) sekitar pukul 19.00 WITA, pelaku mengaku sempat datang ke TKP. Tujuan kedatangan pelaku ke villa korban, yakni untuk meminta maaf kepada korban dan meminta korban agar tidak melaporkan dirinya ke polisi terkait sepeda motor korban yang dibawa pelaku.

Namun harapan pelaku ternyata bertepuk sebelah tangan. Korban menolak memberikan maaf kepada pelaku. Hingga akhirnya, antara korban dan pelaku terlibat keributan.

“Jadi ini dugaan motof lainnya. Pelaku mengaku saat minta maaf itu sempat diusir korban dengan menggunakan sapu ijuk. Karena diusir, pelaku ini langsung emosi dan mengambil pisau dari kantong baju jas hujan yg sudah dia siapkan dari kos dan menusuk leher korban satu kali dan mengoyak ke arah kanan,”jelas sumber.


Kemudian, setelah melakukan penusukan, pelaku mencuci pisau di kolam kemudian menyimpan kembali di kantong jas hujan sebelah kanan dan pelaku mengambil hp korban di atas meja dapur dan mematahkannya dengan tangan kosong.

“Lalu HP tersebut dibuang di lahan kosong sebelah rumah korban dengan tujuan agar tidak ada yg bisa menghubungin korban. Kemudian pelaku pergi dari TKP dan membuang pisau, jas hujan, selop tangan di lahan kosong daerah Jalam Taman Baruna, Jimbaran. Jadi dugaannya sakit hati, tetapi masih kami dalami,”jelas sumber.

Sementara atas informasi sumber, Kasat Reskrim Polresta Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, menyatakan bahwa saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kami masih lakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi dan menunggu hasil otopsi. Termasuk soal pelaku dan apa motifnya, kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan,”tegasnya.


(rb/dre/pra/JPR)

 TOP