alexametrics
Kamis, 25 Feb 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Upacara Adat Sumbang Peningkatan Kasus Covid-19 di Klungkung

21 Januari 2021, 12: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

Rapat Satgas Penanganan Covid-19 Klungkung di ruang rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (20/1).

Rapat Satgas Penanganan Covid-19 Klungkung di ruang rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (20/1). (DEWA AYU PITRI ARISANTI/ RADAR BALI)

Share this      

SEMARAPURA - Peningkatan kasus Covid-19 cenderung mengalami peningkatan pada Januari 2021. Di mana klaster upacara adat menjadi penyumbang peningkatan kasus Covid-19 di Klungkung saat ini. 

Hal itu terungkap pada rapat Satgas Penangan Covid-19 Klungkung di ruang rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (20/1).

Dalam rapat itu, Kadis Kesehatan Klungkung, dr. Made Adi Swapatni mengungkapkan terjadi kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 di Januari 2021 bila dibandingkan November dan Desember 2020. 

Pada Januari 2021, jumlah penambahan kasus Covid-19 di Klungkung mencapai 50 kasus. Dari hasil pemantauan di lapangan, kasus meningkat lebih banyak pada tempat-tempat yang melakukan kegiatan upacara adat. 

“Sehingga menjadi klaster keluarga dan lanjut menjadi klaster perkantoran,” katanya.

Sekda Klungkung, Gede Putu Winastra menambahkan kondisi perkembangan Covid-19 terakhir di Kabupaten Klungkung ada kecenderungan penyebaran Covid-19 pada kegiatan upacara adat sulit dikendalikan. Upacara keagamaan yang biasanya melibatkan banyak orang akan berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Saat ini Kabupaten Klungkung yang masih berstatus oranye diharapkan tidak berubah menjadi merah mengingat daerah lainnya sudah berstatus merah. Sehingga perayaan hari raya perlu disikapi,” jelasnya.

Terkait hal itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta meminta agar kegiatan masyarakat yang melibatkan orang banyak dan menimbulkan kerumunan agar dikoordinasikan terlebih dahulu dengan para Prajuru Adat atau dengan Bendesa Adat masing-masing desa adat. 

Hal ini untuk memastikan penerapan protokol kesehatan saat pelaksanaan upacara. Ia pun kembali mengingatkan agar pelaksanaan upacara agama atau kegiatan di tempat ibadah dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen. 

“Aktifkan kembali Satgas Gotong Royong. Mari semua Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, bersama-sama mengawal situasi ini,” tandasnya.

(rb/ayu/yor/mus/JPR)

 TOP