alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terancam Hukuman Mati, Pembunuh Bule Slovakia Ngaku Menyesal

21 Januari 2021, 21: 15: 21 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pembunuhan, wanita slovakia dibunuh, WN Slovakia tewas, tewas dibunuh, Polsek Densel, polresta denpasar, Polda Bali, asmara, pria papua,

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat press release kasus pembunuhan Bule Slovakia di Mapolsek Densel, Kamis (21/1) (Adrian Suwanto)

Share this      

DENPASAR – Lorens Parera, 30, tersangka utama kasus pembunuhan terhadap wanita asal Slovakia, Andriana Simeonova, 29, sudah ditangkap jajaran kepolisian.

Pria asal Desa Dum Timur, Kecamat Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat itu ditangkap di tempat kerjanya di salah satu perusahaan jasa wisata di kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung.

Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan didampingi Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Citra Fatwa Ramdani mengatakan, usai ditangkap dan menjalani penyidikan, polisi akhirnya menetapkan Lorens Parera sebagai tersangka tunggal.

Tak main-main, atas kasus pembunuhan sadis yang dilakukan di Jalan Pengiasan III No. 88 Sanur Kauh, Selasa (19/1), polisi menjerat pria berbadan kekar ini dengan pasal berlapis.

Kata Kombes Jansen, atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, dan atau Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan Berat yang menyebabkan orang meninggal. “Untuk ancaman hukumannya, terberat hukuman mati atau seumur hidup dan minimal 7 tahun penjara,’terang Kombes Jansen.

Sementara itu, atas ancaman hukuman mati, Tersangka Lorens mengaku menyesal telah menghabisi nyawa korban.

Menurut tersangka, sebelum pembunuhan terjadi, ia mengaku telah menjalin hubungan asmara dengan korban selama tiga tahun.

Namun, hubungan asmara itu kemudian kandas karena korban korban memilih untuk memutuskan hubungan percintaannya sejak tiga minggu sebelum tewas.

Sejak diputus dan diusir dari Villa, pria brewokan ini kemudian tinggal di Jalan Taman Baruna.

Ia menyewa salah satu kosan elit di Perum Bougenvile No. 9 A, Kamar No. 20 Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Ia kemudian memdapatkan pekerjaan sebagai Kapten di Speed Boad Quiksilver, Tanjung Benoa.


(rb/dre/pra/JPR)

 TOP