alexametrics
Kamis, 25 Feb 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Dihantam Gelombang Tinggi, Jukung Terbalik, 2 Nelayan Tabanan Selamat

Setelah Ditolong Nelayan Lain

23 Januari 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

cuaca buruk, gelombang tinggi, jukung terbalik, dua nelayan, nelayan tabanan, nelayan selamat, pantai pasut

Kondisi jukung nelayan Pantai Pasut yang terbalik dan sejumlah nelayan yang dimintai keterangan oleh aparat kepolisian Polsek Kerambitan, Tabanan (Istimewa)

Share this      

TABANAN – Dua orang nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan selamat dari maut saat melaut.

I Putu Angga Winata dan I Ketut Joki nelayan asal Banjar Dinas Payan, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg selamat dari kecelakaan laut setelah jukung yang ditumpangi terbalik dihantam gelombang laut, Jumat kemarin (22/1).

Kedua nelayan berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat yang kala itu sedang mencari ikan. Menurut nelayan Pantai Pasut, I Made Sueta, 67, jukung terbalik itu dinaiki dua nelayan, I Putu Angga Winata dan I Ketut Joki.

“Musibah terjadi sekitar pukul 11.00,” ujar I Made Sueta. Menurutnya, kedua nelayan itu berangkat melaut mencari ikan di Pantai Pasut sekitar pukul 08.00 Wita.

Cuaca saat itu cerah dengan angin tidak begitu kencang. Setiba di perairan lepas sekitar pukul 10.00, mereka segera melepas jangkar dan jaring.

Baru beberapa menit, cuaca mendadak berubah. Mendung tebal menggelayut di tengah laut. Beberapa saat kemudian hujan angin kencang mulai turun disertai gelombang tinggi.

Nahas ditengah situasi tersebut, dua orang nelayan yang sedang melaut dalam satu jukung ini justru dihantam gelombang tinggi.

Jukung mereka pun terbalik. Beruntung saat itu nelayan lain di sekitarnya segera melakukan pertolongan. sehingga kedua nelayan selamat. 

“Saat kejadian dua nelayan selamat setelah berpegangan pada jukung terbalik. Beberapa nelayan Pantai Pasut yang sedang melaut langsung memberikan pertolongan terhadap korban,” kata saksi I Made Sueta.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia menyatakan, kecelakaan laut dengan jukung terbalik milik milik kedua nelayan Desa Antap sudah pihaknya terima.

Meski tidak ada korban jiwa, korban mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Pasalnya, jukung yang digunakan hilang dibawa arus laut. 

Pihaknya mengimbau agar nelayan yang berada di pesisir pantai selatan Tabanan untuk sementara waktu berhenti melaut.

Mengingat kondisi saat ini cuaca buruk bisa terjadi kapan saja. Demi keselamatan para nelayan. “Cuaca hari ini tidak bisa diprediksi. Kadang hujan dan angin kencang dan berubah begitu cepat,” tungkasnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP