alexametrics
Kamis, 25 Feb 2021
radarbali
Home > Politika
icon featured
Politika

HUT ke-74, Kader PDIP Asal Bali Doakan Megawati Selalu Sehat & Sukses

23 Januari 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Ultah megawati, HUT Megawati, Mega Ultah ke-74, Wayan Sudirta, PDI Perjuangan, Putri proklamator RI, Ir Soekarno, presiden perempuan pertama, Megawati

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali (Istimewa)

Share this      

DENPASAR- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Sabtu (23/1) genap berusia 74 tahun.

Presiden perempuan pertama Indonesia dengan pemilik lengkap Dyah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri merupakan putri dari proklamator dan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Di HUT ke-74, Megawati mendapatkan ucapan selamat dari para kader PDI Perjuangan, tak terkecuali dari para kader PDI Perjuangan asal Bali. Ucapan selamat itu datang salah satunya dari Anggota DPR RI fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan I Wayan Sudirta.

Megawati memang dikenal sebagai sosok penting dan utama dibalik lahirnya PDI Perjuangan, yang berasal dari kader-kader partai PDI yang selama Orde Baru mengalami represi rezim otoritarian pimpinan Soeharto.

Tokoh perempuan berpengaruh yang lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947, ini memimpin kader-kader PDI yang bergabung  menjadi PDI Perjuangan, melalui proses yang penuh tantangan, sampai akhirnya rezim Orde Baru jatuh pada tahun 1998.

"Saya Wayan Sudirta anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-74 untuk Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau tokoh yang sangat besar kontribusinya untuk menjaga semangat nasionalisme kebangsaan yang diwarnai kebhinnekaan di Indonesia," ujar I Wayan Sudirta, Sabtu (23/1).

Karir politik Megawati sudah dimulai saat usianya menginjak 39 tahun.

Tetapi, sebagai putri presiden, tentu sejak remaja dia sudah mendapat edukasi politik secara tidak langsung karena sehari-hari berada dalam lingkungan ayahnya. Dia salah satu putri Bung Karno yang melanjutkan jejak ayahnya. 

Awalnya, Megawati masuk politik dan menjadi pengurus PDI Jakarta Pusat, tahun 1986.

Selanjutnya, Megawati menjadi anggota DPR RI periode 1987-1992. Karier politiknya semakin kuat setelah setahun kemudian dalam kongres PDI, 22 Desember 1993, dia terpilih menjadi Ketua Umum PDI 1993-1998.

Kemudian Megawati menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dari 1998-sampai sekarang 

Di legislatif, Megawati pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) (1987-1997).

Kemudian di eksekutif sebagai Wakil Presiden Kepresidenan Republik Indonesia (1999-2001) dan Presiden Kepresidenan Republik Indonesia (2001-2004).

Saat ini, jabatannya adalah Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Wayan Sudirta sangat menghormati Megawati. Ia mendoakan Megawati agar sehat, selalu bahagia, dan dapat selalu sukses dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan, kepartaian, dan kemasyarakatan. Ucapan Wayan Sudirta diiringi Gamelan Bali, salah satu jenis alat musik gamelan tradisional yang khas dari Bali.

"Yang sangat kami hormati, dan sangat kami banggakan semoga Ibu panjang umur selalu dalam keadaan sehat walafiat, selalu bahagia, dan selalu sukses dalam menjalankan tugas-tugas kenegaraan, tugas-tugas kepartaian, dan tugas-tugas kemasyarakatan," kata I Wayan Sudirta.

Wayan Sudirta mengatakan 'Ibu Mega' adalah sosok yang tegas dan berpegang teguh pada prinsip dan ideologi partai.

Hal itu yang mampu membuat PDIP bertahan menjadi partai papan atas hingga kini. Bahkan, PDIP mampu bertahan di tengah badai politik Tanah Air.

Sudirta juga menegaskan, bila sudah berkomitmen, Megawati pasti mewujudkannya dalam kerja-kerja politik partainya.

Dengan cara menggembleng kader-kader partai agar selalu turun ke bawah bersama rakyat; selalu menekankan pentingnya kemantapan ideologi dalam berpartai, soliditas organisasi, dan disiplin kader partai.

"Beliau  selalu mengingatkan, dalam berpolitik harus membangun peradaban, santun dan beretika," kata Wayan Sudirta.

Berdasarkan informasi, di HUT Megawati yang ke-74, DPP PDI Perjuangan mencanangkan gerakan menanam pohon dan membersihkan sungai, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

 Kegiatan itu dilaksanakan di luar Jawa-Bali, yang saat ini menerapkan kebijakan Pemberlakuan, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

‘’Tentu dengan agenda acara seperti itu, semua kader partai di eksekutif, mesti mewujudkannya dalam kebijakan yang pro-pelestarian lingkungan hidup,’’ tukasnya.

(rb/pra/pra/JPR)

 TOP