alexametrics
Minggu, 28 Feb 2021
radarbali
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Pembunuhan Sadis Cewek Subang di Panjer

Kesaksian Dianty, dan Isi Pesan WA Ke Korban Sebelum Ditemukan Tewas

23 Januari 2021, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

pembunuhan, dwi farica lestari, cewek subang,  tewas telanjang, ojol, gojek, Polresta Denpasar, temuan kondom, prostitusi online, bo, layanani 6 pria,

Mendiang Dwi Farica Lestari semasa hidup (foto kanan) saat bermain Tik Tok dengan teman akrabnya sebelum ditemukan tewas terbunuh. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR-Saksi Dianty tak pernah menyangka jika Dwi Farica Lestari (DFL), 24, akan pergi begitu cepat untuk selamanya.

Bahkan, ia juga tak pernah terlintas bahwa hal buruk akan menimpa teman akrab sekaligus sahabatnya itu.

Seperti diketahui, warga metro Denpasar, Sabtu dini hari (16/1) sekitar pukul 02.30 WITA dihebohkan dengan kasus pembunuhan sadis terhadap wanita muda asal Subang, Jawa Barat.

Dwi Farica Lestari, wanita muda dengan status janda beranak satu asal RT 18, Dusun Karanganyar, Desa  Kebon Danas, Kecamatan Pusaka Jaya, Subang, Jabar ini ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi telanjang bulat dan luka gorok di leher.

Ia ditemukan tewas di kamar No.1 Thalia Homestay, Jalan Tukad Batanghari XA Gang I No.12, Renon, Panjer, Denpasar Selatan oleh saksi Dianty dan pengelola homestay.

Sebelum ditemukan tewas mengenaskan, korban Dwi Farica Lestari sekitar pukul 01.20 WITA sempat makan di dalam kamar saksi Dainty.


Setelah makan, ia kembali ke kamarnya yang berhadap-hadapan dengan kamar saksi.

Usai korban berpamitan ke kamarnya, Saksi Dianty mengaku langsung istirahat tidur.

Namun baru sekitar 30 menit tertidur, saksi Dianty terbangun.

Ia terbangun karena mendengar suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara kaki dari dalam kamar korban.

“Suaranya gedebak gedebuk dari dalam kamar dia (korban),”terang Saksi Dianty kepada polisi.

Penasaran dengan suara berisik dan teriakan dari dalam kamar korban, saksi kemudian berinisiatif bertanya kepada korban dengan mengirim pesan melaui aplikasi WhatsApp (WA).

"PP, Aman Yak? Gedebag gedebug sih siapa? PP aman?" begitulah isi pesan singkat via WA yang dikirim saksi Dianty ke nomor HP korban.

Sayangnya, kata Saksi Dainty, pesan itu tak mendapat balasan dari korban.

Makin penasaran dan khawatir terjadi sesuatu terhadap korban. Saksi pun kemudian berupaya menelepon ke korban.

“Beberapa kali saya coba telepon ke HP dia (korban), namun tidak diangkat,”imbuhnya.

Makin panik karena korban tak mengangkat telepon, saksi lalu menelepon penjaga homestay untuk menemani mengetuk dan mengecek korban.

Penjaga homestay lalu mengetuk pintu kamar korban, tapi tidak ada jawaban dan pintu dalam keadaan terkunci.

Setelah dicek dari kamar sebelah, terlihat korban sudah meninggal di sebelah tempat tidur dengan posisi tengkurap dan telanjang bulat serta dilantai tampak banyak darah.

Pihak penjaga pun langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Sedangkan atas laporan saksi, polisi langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban serta mengamankan sejumlah barang bukti seperti alat kontrasepsi kondom, pisau lipat yang diduga digunakan pelaku membunuh korban, helm ojol (ojek online), dan jaket yang diduga milik pelaku. 

(rb/dre/pra/JPR)

 TOP