alexametrics
Kamis, 25 Feb 2021
radarbali
Home > Dwipa
icon featured
Dwipa

Tak Ada Formasi CPNS, Pemkab Tabanan Sarankan Guru Ikut Seleksi P3K

1.620 Guru Berstatus Kontrak dan Honorer

24 Januari 2021, 00: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

rekrutmen cpns, tak ada formasi, formasi cpns, pemkab tabanan, seleksi p3k, guru kontrak, guru honorer

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

TABANAN –Pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN) memastikan tidak membuka formasi CPNS tahun 2021.

Sebagai pengganti pemerintah telah membuka jalur rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Pemkab Tabanan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akhirnya tahun ini memilih

mengusulkan ribuan tenaga pendidik berstatus kontrak dan honorer ke pusat lewat e-formasi untuk mengikuti seleksi P3K.

Sebanyak 1.620 tenaga kependidikan di Tabanan yang telah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Tabanan akan mengikuti P3K.

Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra mengaku, ribuan tenaga guru yang pihaknya usulkan ikut seleksi P3K lantaran pemerintah tidak membuka formasi CPNS tahun ini.

Tenaga pendidikan yang pihaknya usulkan dalam P3K telah mendapat rekomendasi dari Disdik Tabanan.

Meski demikian pihaknya belum bisa memastikan berapa kuota dari P3K yang nantinya diperoleh oleh Pemkab Tabanan.

“Kami saat ini masih menunggu informasi dari Kemendikbud pusat," kata Sugatra. Dia melanjutkan, ribuan tenaga pendidikan yang diusulkan ikut seleksi P3K tersebut,

dominan guru berstatus tenaga kontrak maupun honorer yang datanya sudah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Mengenai berapa jatah untuk Tabanan dan kapan waktu pelaksanaannya, pihaknya hingga kini masih belum menerima informasi.

Pihaknya juga masih menunggu informasi dari pusat yakni Kemendikbud terkait rencana perekrutan 1 Juta PPPK untuk guru tahun 2021.

"Berapa kami dapat jatah dan kapan P3K ini dilaksanakan kita masih menunggu informasinya. Semoga segera ada kabar baik dan akan kami sampaikan segera juga," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra, menyatakan, pihaknya telah mengajukan usulan jumlah tenaga guru yang berhak mengikuti seleksi P3K.

Sebab, aturan menyebutkan guru tersebut harus masuk dalam data Dapodik. "Sudah kita usulkan di BKPSDM, untuk kelanjutannya dilaksanakan BKPSDM," ungkapnya.

Dia menyatakan, informasi perekrutan ini tentunya menjadi angin segar bagi para guru yang belum menjadi bagian dari ASN hingga saat ini.

Sebab, tak sedikit tenaga guru di Tabanan berstatus kontrak maupun honorer yang menjadi tenaga pendidik cukup lama bahkan hingga belasan tahun.

Apalagi pemerintah telah mengambil sikap tidak ada rekrutmen CPNS bagi guru tahun 2021, hanya ada P3K.

"Semoga dengan perekrutan ini, tenaga guru yang sudah lama mengabdi di Tabanan bisa menjadi bagian dari ASN," harapnya. 

(rb/jul/mus/JPR)

 TOP