alexametrics
Kamis, 25 Feb 2021
radarbali
Home > Metro Denpasar
icon featured
Metro Denpasar

Kawal Ketat Vaksin Covid Setiba di Bali, Brimob Polda Ungkap Fakta Ini

24 Januari 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pandemi covid-19, kawal ketat, vaksin covid-19, vaksin tiba di bali, brimob polda bali, ungkap fakta ini

Petugas bersenjata lengkap melakupan pengamanan ketat ketika menerima vaksin Covid-19 tahap III. (pandemi covid-19, kawal ketat, vaksin covid-19, vaksin tiba di bali, brimob polda bali, ungkap fakta ini)

Share this      

DENPASAR - Vaksin Covid -19 tahap III tiba di Bali. 24.230 dosis vaksin atau 13 koli itu tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (22/1) lalu dengan pesawat Garuda.

Petugas bersenjata lengkap dari Brigade Mobil Polda Bali melakukan pengamanan secara ketat dipimpin langsung Dansat Brimob Polda Bali Kombes Ardiansyah Daulay bersama Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Panjaitan.

Vaksin langsung didistribusikan ke Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang terletak di Jalan Melati Denpasar, Bali.

pandemi covid-19, kawal ketat, vaksin covid-19, vaksin tiba di bali, brimob polda bali, ungkap fakta ini

Petugas bersenjata lengkap melakupan pengamanan ketat ketika menerima vaksin Covid-19 tahap III. (Istimewa)

Untuk selanjutnya disimpan di ruang penyimpanan vaksin cold room Dinkes Provinsi Bali sebelum didistribusikan ke seluruh  kabupaten/kota di Bali. 

Kombespol Ardiansyah Daulay Dansat Brimob Polda Bali menyebutkan Polri memiliki sejumlah alasan mengapa pengiriman vaksin Covid-19 dilakukan dengan ketat.

Salah satu alasannya, vaksin itu beku dan hanya bisa bertahan pada suhu tertentu. "Vaksin itu ditempatkan di dalam wadah tertentu atau freezer yang mempunyai suhu tertentu," jelas Kombes Pol Daulay.

Freezer tersebut mempunyai batas waktu untuk mencapai suhu tertentu. Oleh karena itu, pengawalan ketat diperlukan supaya kendaraan pembawa vaksin Covid-19 bisa cepat sampai ke lokasi penyimpanan.

Pengawalan bertujuan agar vaksin Covid-19 tidak rusak di jalan karena terganggu oleh suhu. "Maka diperlukan perlakuan yang berbeda. Jangan sampai vaksin rusak karena keterlambatan," ungkapnya

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP